Resmi Berdiri, Museum Sriwijaya Dharmakirti Jadi Pusat Sejarah Baru di Jambi

waktu baca 2 menit
Sabtu, 1 Agu 2026 10:20 4 admincuitan

JAMBI, Cuitan.id — Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, bersama Gubernur Jambi, Al Haris, resmi membuka Museum Sriwijaya Dharmakirti di Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muaro Jambi pada Jumat (31/7/2026) siang. Kehadiran museum baru ini membawa angin segar bagi penataan sejarah dan pengembangan budaya di Tanah Sepucuk Jambi Lurah.

Gubernur Al Haris menyambut gembira peresmian ini. Ia menegaskan bahwa museum ini merekam jejak perjalanan peradaban Jambi secara utuh, mulai dari masa peradaban Buddha, pengaruh Islam, hingga era modern saat ini. Menurutnya, bangunan ini bukan sekadar tempat pameran, melainkan pusat edukasi dan penelitian sejarah yang sangat berharga.

Guna mendukung kemajuan situs bersejarah ini, Pemerintah Provinsi Jambi aktif mendorong peningkatan status Bandara Sultan Thaha Jambi menjadi bandara internasional. Langkah ini bertujuan mempermudah akses wisatawan, peneliti, hingga para biksu dan bhante dari pelbagai negara seperti Thailand, China, dan India yang ingin berkunjung langsung ke Muaro Jambi.

Selain itu, Al Haris menaruh harapan besar agar Candi Muaro Jambi bisa menyusul Geopark Merangin sebagai warisan dunia resmi dari UNESCO.

Sementara itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon merancang Museum Sriwijaya Dharmakirti sebagai laboratorium riset kebudayaan yang hidup. Ia mendorong seluruh pihak—mulai dari pemerintah daerah, akademisi, hingga sektor swasta—untuk berkolaborasi membangun ekosistem kebudayaan di sekitar kawasan candi.

Fadli Zon ingin kawasan ini berkembang pesat seperti halnya Candi Borobudur dan Prambanan. Pengelola museum nantinya akan melengkapi kawasan ini dengan pusat edukasi, etalase kuliner tradisional, area suvenir, ruang pameran imersif, serta panggung berbagai festival budaya tahunan yang mampu mendongkrak perekonomian masyarakat lokal.

Di sisi lain, Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan, menjelaskan bahwa pembangunan museum di atas lahan seluas 29 hektare ini melewati prosedur teknis yang sangat ketat. Tim ahli telah menjalankan uji tanah arkeologi sebelum konstruksi berjalan untuk memastikan bangunan baru tidak merusak artefak atau struktur candi yang terpendam di dalam tanah.

Peresmian ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Provinsi Jambi, Bupati Muaro Jambi, serta jajaran Tim Penggerak PKK Provinsi Jambi. **

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA