Mobil Kehilangan Tenaga Usai Isi Pertalite, Pengendara Minta Pertamina Periksa SPBU

waktu baca 2 menit
Senin, 5 Okt 2026 08:15 18 admincuitan

SUNGAI PENUH, Cuitan.id – Sejumlah pengendara mobil di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh merasakan keresahan mendalam saat menggunakan bahan bakar minyak jenis Pertalite. Mereka mendapati kendaraan kesayangan mereka kehilangan tenaga secara mendadak, bahkan mogok setelah mengisi bahan bakar di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) setempat.

Beberapa titik SPBU yang menjadi lokasi pengisian para pengendara meliputi SPBU Kumun, SPBU Pelayang Raya, hingga SPBU Sungai Liuk. Warga mendesak pihak PT Pertamina segera turun tangan untuk melakukan pengecekan menyeluruh guna memastikan keamanan kualitas bahan bakar bagi para pengguna kendaraan.

Seorang pengemudi asal Kerinci membagikan pengalaman buruk saat melakukan perjalanan menuju Jambi. Mobil yang ia kendarai mendadak kehilangan tenaga secara drastis ketika memasuki wilayah Kabupaten Sarolangun.

“Dari Kerinci hendak ke Jambi, sampai Sarolangun mobil habis tenaga. Kami terpaksa mencari bengkel terdekat untuk membersihkan tangki dan bagian mesin,” keluh pengendara tersebut.

Kondisi serupa menimpa pengendara lain yang mengambil rute perjalanan dari Kerinci menuju Padang. Mereka mendapati masalah mesin yang persis sama setelah mengisi Pertalite di wilayah lokal sebelum berangkat.

Bahkan, pengendara lain yang melintas di kawasan Pauh usai mengisi bahan bakar di SPBU Sungai Liuk terpaksa menjalankan kendaraan dengan sangat lambat. Mereka tidak bisa memacu kendaraan melebihi kecepatan empat puluh kilometer per jam akibat tarikan mesin yang ngadat.

Deretan kejadian ini memicu kekhawatiran besar di kalangan masyarakat, khususnya bagi pengendara yang sering melakukan perjalanan jarak jauh ke luar kota. Warga merasa dirugikan karena harus mengeluarkan biaya tambahan yang tidak sedikit untuk ongkos perbaikan di bengkel.

Para pengendara kini menuntut langkah nyata dan keterbukaan informasi dari pihak Pertamina. Mereka berharap manajemen Pertamina segera memeriksa kualitas bahan bakar serta tangki penyimpanan di SPBU-SPBU yang mendapat keluhan warga.

“Sekarang kami hanya meminta kepastian, kapan BBM jenis Pertalite ini benar-endur benar aman untuk digunakan,” ujar salah satu warga.

Masyarakat menanti klarifikasi resmi serta tindakan pemeriksaan cepat dari Pertamina agar ketakutan para pengendara saat mengisi bahan bakar segera mereda. (**

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA