Kendaraan Mogok Usai Isi Pertalite di SPBU Kumun, Warga Desak Pertamina Turun Tangan

waktu baca 2 menit
Rabu, 30 Sep 2026 14:06 144 admincuitan

SUNGAI PENUH, Cuitan.id – Warga Kota Sungai Penuh kembali menyoroti kualitas Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite. Kali ini, dua orang pemilik kendaraan melaporkan masalah serius pada mesin mobil mereka usai mengisi bahan bakar di SPBU 24.371.46 Kumun.

Kasus pertama menimpa seorang warga yang mengisi BBM di SPBU tersebut pada hari Sabtu sebelum berangkat ke Pekanbaru. Di tengah perjalanan, mobilnya mendadak kehilangan tenaga dan akhirnya mogok.

Mekanik bengkel lantas memeriksa kendaraan dan menemukan endapan kotoran pekat menyerupai lumpur di bagian saringan bahan bakar (fuel pump).

“Waktu tangki dikuras di bengkel, ternyata saringan bensinnya penuh dengan endapan kotoran yang keruh seperti lumpur padat,” ujar warga tersebut.

Tak berselang lama, keluhan serupa datang dari seorang aktivis lokal yang mengisi Pertalite di lokasi yang sama pada Senin (28/9/2026). Hanya berselang satu jam usai pengisian, mobilnya mengalami kendala serupa. Saat membawanya ke bengkel pada Rabu (30/9/2026), ia mendapati cairan Pertalite di dalam tangki kendaraannya tampak berbeda, yakni agak memutih.

“Warna Pertalite sudah tidak seperti biasanya, agak memutih,” ungkapnya.

Temuan tersebut menjadi perhatian karena keluhan muncul dari lebih dari satu pengguna kendaraan dalam waktu berdekatan. Meski demikian, belum dapat di pastikan bahwa gangguan kendaraan maupun perubahan warna BBM tersebut di sebabkan oleh kontaminasi Pertalite sebelum dilakukan pemeriksaan dan pengujian secara resmi.

Karena itu, warga meminta Pertamina segera turun tangan mengambil sampel BBM dari SPBU 24.371.46 Kumun untuk dilakukan pengujian laboratorium.

“Kami berencana melaporkan persoalan ini kepada pihak terkait dan meminta di lakukan uji sampel oleh tim pengendali kualitas BBM Pertamina. Jangan sampai ada korban lain. Kalau mesin kendaraan rusak, biaya perbaikannya juga tidak sedikit,” ujarnya.

Selain pengujian terhadap sampel BBM, warga berharap pemeriksaan juga dapat di lakukan terhadap sarana penyimpanan dan distribusi BBM di SPBU apabila di perlukan.

Melihat kejadian beruntun ini, warga meminta pihak Pertamina segera turun tangan mengambil sampel BBM di SPBU Kumun. Mereka berharap ada investigasi mendalam guna memastikan keamanan kualitas bahan bakar serta memeriksa fasilitas penyimpanan di SPBU terkait agar pengendara lain tidak merugi akibat kerusakan mesin.

Hingga berita ini rilis, manajemen SPBU 24.371.46 Kumun maupun PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel belum memberikan keterangan resmi mengenai keluhan tersebut. (**

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA