Warga di Lumajang mengungsi sementara di Balai Desa Penanggal, Candipuro, usai bencana erupsi Semeru lontarkan awan panas 13 kilometer. (Nur Hadi Wicaksono/detikJatim) LUMAJANG, Cuitan.id – Erupsi Gunung Semeru kembali memaksa ratusan warga di Kabupaten Lumajang meninggalkan rumah mereka. Data terbaru menunjukkan sebanyak 956 jiwa kini mengungsi, tersebar di sejumlah lokasi pengungsian di Kecamatan Pronojiwo dan Kecamatan Candipuro.
Sebaran Lokasi Pengungsian di Pronojiwo
Di Kecamatan Pronojiwo terdapat empat titik utama yang kini menampung para penyintas erupsi, yaitu:
Kondisi di titik pengungsian tersebut dilaporkan aman, dan warga mulai menerima bantuan logistik dari tim gabungan.
Dua Titik Pengungsian di Candipuro
Selain Pronojiwo, Kecamatan Candipuro juga menampung ratusan warga akibat peningkatan aktivitas vulkanik Semeru. Dua lokasi yang digunakan sebagai tempat evakuasi adalah:
Total Pengungsi Capai 956 Jiwa
Kepala BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, menyampaikan bahwa seluruh pengungsi telah tercatat dan tengah mendapatkan penanganan intensif dari petugas di lapangan. Ia memastikan bahwa pemantauan aktivitas Semeru terus dilakukan setiap waktu demi keselamatan warga.
Lumajang Tetapkan Status Tanggap Darurat
Pemerintah Kabupaten Lumajang resmi mengumumkan status tanggap darurat bencana erupsi Gunung Semeru. Penetapan ini dituangkan dalam Keputusan Bupati bernomor 100.3.3.2/595/KEP/427.12/2025, dan berlaku selama 7 hari, mulai 19–25 November 2025.
Status tersebut diberlakukan untuk mempercepat koordinasi lintas instansi serta memudahkan proses mobilisasi logistik, evakuasi, hingga penanganan kesehatan bagi warga terdampak. ***
Tidak ada komentar