Gempa M 6,7 Guncang Palu, 9 Susulan Bikin Warga Pasangkayu Panik

waktu baca 3 menit
Selasa, 16 Jun 2026 13:00 15 admincuitan

PALU, Cuitan.id – Rangkaian aktivitas tektonik mengguncang wilayah Sulawesi Tengah setelah gempa bumi utama bermagnitudo 6,7 terjadi pada Selasa (16/6/2026) pukul 10.27 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi rentetan gempa susulan (aftershocks) di sekitar Kabupaten Sigi dan Kota Palu. Getaran kuat ini bahkan merambat hingga ke wilayah tetangga di Sulawesi Barat.

Pusat Gempa Regional (PGR) 4 Sulawesi BMKG merilis data bahwa gempa utama berada pada koordinat 1,04 Lintang Selatan dan 120,23 Bujur Timur.

Hingga saat ini, BMKG mencatat sedikitnya sembilan kali gempa susulan dengan magnitudo bervariasi antara 3,5 hingga 4,6. Gempa susulan pertama yang paling kuat mencapai Magnitudo 4,5 dan terjadi tak lama setelah gempa utama, tepatnya pada pukul 10.38 WIB.

Analisis lanjutan menunjukkan bahwa pusat gempa susulan ini berada di kedalaman yang sangat dangkal, mulai dari 0 hingga 14 kilometer. Selain mengguncang Kabupaten Sigi dan Kota Palu, getaran rangkaian gempa susulan ini juga mencapai Kabupaten Poso yang berjarak sekitar 62 kilometer di sebelah barat laut pusat gempa.

BMKG menegaskan bahwa seluruh data rangkaian gempa ini masih bersifat sementara dan petugas akan memperbaruinya secara berkala. Beruntung, sejauh ini belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur yang masif akibat bencana tektonik ini.

Kepanikan Melanda Warga Pasangkayu

Meskipun pusat gempa berada di Sulawesi Tengah, masyarakat di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, merasakan guncangan hebat yang sangat kuat. Warga Pasangkayu seketika panik dan langsung berhamburan keluar dari rumah tinggal maupun tempat usaha. Mereka bergegas menyelamatkan diri menuju area terbuka yang lebih aman.

Suasana di area permukiman sempat tegang saat guncangan tiba-tiba datang. Sejumlah ibu rumah tangga langsung menggendong anak-anak mereka ke luar bangunan. Sementara itu, para pedagang memilih untuk segera meninggalkan lapak jualan demi mencari perlindungan.

Kondisi serupa terjadi di jalan raya. Beberapa pengendara sepeda motor terpaksa menghentikan laju kendaraan di pinggir jalan karena kuatnya ayunan gempa bumi. Sebagian besar warga akhirnya memilih berkumpul di halaman rumah, bahu jalan, hingga lapangan terbuka sambil memantau situasi sekitar.

Seorang warga Kelurahan Pasangkayu menceritakan bahwa guncangan berlangsung selama kurang lebih 10 detik. Getaran tersebut terasa sangat kuat hingga menggoyang seluruh perabotan rumah.

“Saya sedang di dalam rumah, tiba-tiba lantai terasa bergoyang. Lemari dan kaca jendela ikut bergetar. Kami langsung keluar karena takut gempa semakin besar,” ujarnya.

Warga Tetap Waspada Antisipasi Gempa Susulan

Sejumlah warga setempat mengakui bahwa getaran kuat ini merupakan guncangan terbesar yang mereka rasakan dalam kurun beberapa bulan terakhir.

Badrul, seorang warga Kota Palu, juga membenarkan hal tersebut. Ia menyatakan bahwa masyarakat di wilayahnya merasakan guncangan gempa yang sangat kuat.

Meskipun tidak melihat adanya kerusakan bangunan yang nyata di kawasan permukiman, warga di beberapa titik masih enggan untuk segera kembali ke dalam rumah.

Mereka memilih untuk tetap bertahan di luar ruangan selama beberapa menit setelah guncangan utama mereda. Langkah ini mereka lakukan demi mengantisipasi potensi bahaya dari rentetan gempa susulan yang masih terus berlangsung. **

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA