Ilustrasi Begadang. Bahaya Nyata Kurang Tidur bagi Jantung dan Otak Cuitan.id – Banyak orang menganggap remeh kebiasaan kurang tidur. Mereka berpikir bisa “membayar” utang tidur tersebut saat akhir pekan. Padahal, tubuh tidak bekerja dengan cara seperti itu. Menumpuk utang tidur dalam jangka panjang justru merusak kesehatan organ vital Anda, terutama otak dan jantung.
Salah satu ancaman serius yang mengintai para pencinta begadang adalah transient ischemic attack (TIA) atau masyarakat mengenalnya sebagai stroke ringan.
Saat Anda memotong jam istirahat, malam yang seharusnya menjadi waktu bagi tubuh untuk memulihkan diri berubah menjadi sumber stres.
Dokter spesialis neurologi, Chandana R. Gowda, menjelaskan bahwa kurang tidur kronis mengacaukan sistem kerja tubuh secara beruntun. Ketika Anda terus-menerus terjaga, tubuh melepaskan hormon stres secara berlebihan. Akibatnya, tekanan darah Anda menjadi tidak stabil dan memicu peradangan di dalam pembuluh darah.
“Gangguan tidur yang konsisten memicu lonjakan hormon stres, fluktuasi tekanan darah, peradangan, dan rusaknya metabolisme tubuh. Kombinasi buruk ini meningkatkan risiko TIA dan stroke parah,” ujar Dr. Gowda melalui The Times of India.
TIA terjadi ketika penyumbatan menyumbat aliran darah ke otak secara sementara. Tubuh biasanya mengirimkan sinyal peringatan mendadak, seperti:
Mati rasa atau lemas pada satu sisi tubuh.
Kesulitan berbicara atau memahami obrolan.
Pandangan mata kabur secara tiba-tiba.
Rasa pusing dan bingung yang datang mendadak.
Meskipun gejala-gejala ini hilang dalam hitungan menit atau jam, Anda tidak boleh mengabaikannya. TIA merupakan alarm keras bahwa stroke yang lebih besar bisa menyerang Anda kapan saja di masa depan.
Kurang tidur tidak berdiri sendiri sebagai perusak kesehatan. Kebiasaan ini mengajak musuh-musuh lain untuk merusak tubuh Anda. Orang yang kurang tidur memiliki risiko jauh lebih tinggi untuk menderita:
Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi): Jantung bekerja lebih keras tanpa istirahat.
Obesitas dan Diabetes: Kurang tidur mengacaukan hormon pengontrol rasa lapar, sehingga Anda lebih mudah lapar dan kebal terhadap insulin.
Selain merusak hormon, begadang juga mendorong gaya hidup yang buruk. Anda meminum lebih banyak kafein, malas bergerak di siang hari karena lelah, dan hobi menyantap camilan tinggi gula serta lemak pada malam hari. Pola hidup seperti ini mempercepat kerusakan pada pembuluh darah jantung Anda.
Apakah Anda sering menunda tidur malam demi menonton serial favorit atau sekadar menggulir media sosial? Fenomena ini bernama revenge bedtime procrastination atau balas dendam menunda tidur.
Para profesional muda kerap melakukan kebiasaan ini karena merasa tidak punya waktu luang di siang hari akibat sibuk bekerja. Sayangnya, hiburan sesaat ini mengorbankan kesehatan masa depan Anda.
Anda bisa memutus lingkaran setan ini sekarang juga. Dr. Gowda menyarankan beberapa langkah mudah untuk melindungi jantung dan otak Anda:
Patuhi Jadwal Tidur: Pasang jam tidur dan jam bangun yang sama setiap hari, termasuk hari libur.
Matikan Gawai: Jauhkan diri dari layar ponsel atau televisi minimal 45 menit sebelum memejamkan mata.
Atur Menu Malam: Hindari kopi, teh, dan makanan berat menjelang waktu tidur.
Bergerak Aktif: Lakukan olahraga rutin di pagi atau siang hari agar tubuh lebih rileks di malam hari.
Cek Kesehatan: Periksa tekanan darah dan kadar kolesterol Anda secara berkala ke dokter.
Sayangi jantung dan otak Anda mulai malam ini. Matikan ponsel Anda, redupkan lampu kamar, dan biarkan tubuh Anda mendapatkan hak istirahatnya yang berharga.
Tidak bisa. Tidur berlebihan di akhir pekan tidak dapat menghapus dampak buruk peradangan dan kerusakan pembuluh darah akibat kurang tidur selama hari kerja.
Gejala TIA berlangsung singkat dan cepat hilang karena penyumbatan darah di otak hanya bersifat sementara. Namun, TIA adalah peringatan nyata sebelum stroke permanen menyerang.
Kurang tidur mengacaukan hormon leptin (penahan lapar) dan ghrelin (pemicu lapar). Akibatnya, Anda akan terus merasa lapar dan mengidamkan makanan tinggi kalori di malam hari. **
Tidak ada komentar