Pasangan Suami Istri di Sungai Deras Kerinci Meninggal Usai Konflik Rumah Tangga

waktu baca 2 menit
Rabu, 12 Agu 2026 08:15 380 admincuitan

KERINCI, Cuitan.id — Suasana duka menyelimuti Desa Sungai Deras, Kecamatan Air Hangat Timur, Kabupaten Kerinci. Masyarakat setempat mengiringi kepergian dua warga mereka, pasangan suami istri NY (48) dan D (60), setelah konflik keluarga menguji ketenangan desa pada Senin malam (10/8/2026).

Pihak medis RSU M.H.A. Thalib Sungai Penuh sempat memberikan upaya pertolongan maksimal kepada NY. Namun, NY menghembuskan napas terakhirnya pada Selasa pagi (11/8/2026). Pihak keluarga merawat jenazah NY di rumah duka Desa Sungai Deras, sementara jenazah D mendapatkan penghormatan terakhir di Koto Majidin, di rumah kerabatnya.

Bentuk Nyata Kepedulian Warga

Peristiwa ini menggerakkan rasa empati dan solidaritas yang tinggi dari warga sekitar. Pada Senin malam sekitar pukul 19.15 WIB, tetangga dekat yang mendengar perselisihan langsung bertindak cepat. Mendorong kepedulian atas keselamatan tetangganya, warga bersama-sama mendekati lokasi untuk memberikan bantuan.

Melihat kondisi rumah yang terkunci dari dalam, warga berinisiatif membuka akses masuk secara cepat. Langkah sigap warga berhasil membawa NY ke RSU M.H.A. Thalib guna mendapatkan perawatan medis mendesak dari tim dokter.

Penyelidikan Transparan Pihak Berwajib

Usai membantu penanganan medis bagi korban, warga bersama jajaran kepolisian baham-membahu menyisir kawasan sekitar untuk mencari keberadaan D. Tim pencari menemukan D di area perkebunan cengkeh warga pada malam hari.

Sebelumnya Kasat Reskrim Polres Kerinci, AKP Very Prasetyawan, menyampaikan bahwa kepolisian mengawal penuh proses hukum dan pengumpulan fakta di lapangan.

“Tim penyidik telah mengamankan lokasi serta mengumpulkan keterangan saksi demi menghadirkan kejelasan kronologi secara utuh dan mengetahui motifnya,” katanya.

Pesan Edukasi dan Refleksi Bersama

Kepolisian mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk terus mengedepankan empati. Pihak berwajib mengajak publik mendoakan ketenangan para almarhum dan tidak menyebarkan spekulasi maupun dokumen visual yang tidak pantas di media sosial, demi menjaga perasaan keluarga yang ditinggalkan.

Peristiwa ini menjadi pengingat berharga bagi setiap keluarga. Penting bagi kita untuk selalu menyelesaikan setiap persoalan rumah tangga dengan kepala dingin, dialog yang terbuka, serta melibatkan pihak keluarga, tokoh masyarakat, atau lembaga konseling saat menghadapi jalan buntu. (**

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA