Profesor Baru IAIN Kerinci: Perjalanan Inspiratif Toni Indrayadi Putra Sungai Liuk Raih Guru Besar

waktu baca 2 menit
Selasa, 15 Sep 2026 10:21 15 admincuitan

SUNGAI PENUH, Cuitan.id – Dunia pendidikan tinggi di Provinsi Jambi kembali mencatatkan momen membanggakan. Seorang akademisi asal Sungai Liuk, Kecamatan Pesisir Bukit, Kota Sungai Penuh, resmi menyandang jabatan akademik tertinggi sebagai guru besar. Toni Indrayadi kini memegang amanah baru sebagai profesor bidang ilmu Bahasa Inggris di IAIN Kerinci.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia menerbitkan Surat Keputusan (SK) guru besar tersebut pada 7 September 2026. Capaian ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan panjang Toni mengabdi di dunia pendidikan, sekaligus mengharumkan nama daerah asalnya di kancah nasional.

Lahir di Desa Seberang (Sungai Liuk) pada 1 Maret 1977, Toni menunjukkan dedikasi tinggi terhadap dunia literasi dan pendidikan sejak usia muda. Ia konsisten menimba ilmu hingga merampungkan program pendidikan doktoral (S3) di Fakultas Pendidikan Universitas Jambi (Unja).

Fase studi S3 membentuk fondasi kuat bagi Toni dalam memperdalam keilmuan bahasa. Selepas menamatkan pendidikan doktoralnya, ia mendedikasikan seluruh keahliannya untuk mengajar dan meneliti di lingkungan IAIN Kerinci hingga akhirnya meraih gelar profesor.

Tidak hanya berkutat di ruang kelas dan perpustakaan, Toni juga aktif mewarnai dinamika sosial masyarakat Kota Sungai Penuh melalui berbagai organisasi. Rekam jejak kepemimpinannya mencakup posisi strategis sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Sungai Penuh serta memimpin DPC Pancasila Kota Sungai Penuh.

Keterlibatan aktif dalam dunia organisasi membentuk jiwa kepemimpinan yang matang. Kombinasi antara ketajaman analisis akademik dan pengalaman manajerial organisasi menjadi modal berharga bagi Toni dalam mengemban peran barunya sebagai guru besar.

Keberhasilan Toni meraih gelar profesor membuktikan bahwa batas geografis bukan halangan untuk mencetak prestasi gemilang. Putra daerah asal Sungai Liuk ini menunjukkan bahwa kerja keras, ketekunan, serta konsistensi mampu membawa seseorang menembus jenjang tertinggi dunia akademik.

Kini, dengan resmi memegang titel guru besar, Toni memikul tanggung jawab yang lebih besar. Ia siap memperluas kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu Bahasa Inggris, meningkatkan mutu pendidikan tinggi, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat melalui IAIN Kerinci. (**

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA