Cuitan.id – Momen Idul Adha selalu identik dengan tradisi menyantap daging kurban bersama keluarga tercinta. Hidangan hangat di meja makan tentu mempererat kebersamaan.
Namun, bagi Anda atau anggota keluarga yang mengidap hipertensi (tekanan darah tinggi), momen ini sering kali memicu kekhawatiran. Bolehkah penderita hipertensi menikmati daging kambing dan sapi?
Kabar baiknya, Anda tetap bisa menikmati hidangan lezat ini. Dokter Spesialis Gizi Klinik, Pande Putu Agus Mahendra, menegaskan bahwa pasien hipertensi boleh mengonsumsi olahan daging kurban. Syaratnya, Anda wajib mematuhi batasan porsi yang aman bagi tubuh.
Batasi Porsi, Hindari Lemak dan Jeroan
Berapa banyak porsi yang aman? Dokter Pande menjelaskan bahwa setiap individu memiliki kebutuhan yang berbeda. Namun, secara umum, batas aman konsumsi protein hewani adalah 75 hingga 100 gram per porsi.
Selain menjaga porsi, Anda juga harus memperhatikan cara mengolah daging tersebut. Agar tekanan darah tetap terkontrol, terapkan langkah-langkah berikut:
-
Buang Lemak dan Jeroan: Singkirkan bagian lemak yang menempel pada daging dan hindari mengonsumsi organ dalam (jeroan).
-
Jangan Dibakar Langsung: Hindari memasak daging dengan cara membakarnya langsung di atas api. Proses ini merusak komponen protein dan menghasilkan senyawa baru yang berbahaya bagi kesehatan tubuh.
Waspadai Santan dan Pemanasan Berulang
Hidangan Idul Adha rasanya kurang lengkap tanpa kuah santan yang gurih. Sayangnya, santan instan yang beredar saat ini biasanya mengandung natrium (garam) yang tinggi. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mengurangi atau menghindari penggunaan santan pada masakan.
Catatan Penting: Jangan mengonsumsi makanan bersantan selama berhari-hari. Memanaskan makanan bersantan secara berulang-ulang akan merusak lemak nabati di dalamnya. Hal ini memicu lonjakan asupan lemak jenuh dan mengganggu keseimbangan kolesterol tubuh Anda.
Imbangi dengan Sayuran dan Air Putih
Untuk menjaga tubuh tetap seimbang setelah menyantap daging, pastikan Anda mendampingi hidangan tersebut dengan sumber antioksidan alami. Anda bisa menambahkan sayuran segar ke dalam menu makan, seperti:
-
Tomat dan lobak
-
Wortel
-
Bawang-bawangan
Terakhir, pastikan Anda memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih yang cukup. Air putih membantu melancarkan metabolisme dan mencegah penumpukan kolesterol jahat.
Menjaga kesehatan tak berarti Anda harus melewatkan kebahagiaan Idul Adha. Dengan porsi yang tepat dan pengolahan yang benar, Anda tetap bisa makan enak tanpa takut tensi melonjak! **
Tidak ada komentar