Review Chery Tiggo Cross CSH: Plus Minus Dipakai Harian 23.000 Km. (PUTRI) Cuitan.id – Tren SUV ringkas dengan teknologi hibrida (hybrid) kini menjadi magnet baru bagi masyarakat urban. Kendaraan jenis ini menawarkan efisiensi bahan bakar yang luar biasa tanpa mengorbankan performa bertenaga. Salah satu penantang kuat di segmen ini adalah Chery Tiggo Cross CSH (Chery Super Hybrid).
Bagi konsumen yang terbiasa dengan mobil pabrikan Jepang atau Malaysia, beralih ke merek China tentu membutuhkan adaptasi tersendiri. Pengalaman menarik ini datang dari Putri, seorang pekerja urban yang meminang Tiggo Cross CSH seharga Rp 319.800.000.
Putri menceritakan bahwa ia sempat bingung dengan cara kerja sistem hybrid pada awalnya. Maklum saja, ini adalah mobil China pertama miliknya setelah sebelumnya setia menggunakan Mitsubishi Xpander dan Proton Suprima S Turbo.
Kini, setelah menempuh jarak sejauh 23.344 km, Putri membagikan ulasan jujur mengenai kelebihan dan kekurangan SUV hibrida ini untuk mobilitas harian yang padat.
Catatan paling impresif dari Tiggo Cross CSH terletak pada konsumsi bahan bakarnya. Putri rutin memanfaatkan fitur Compulsory Parking Power Generation sebelum berangkat kerja. Fitur cerdas ini mampu mengisi daya baterai hingga 75 persen saat mobil dalam kondisi parkir atau stasioner.
Bantuan baterai ini membuat konsumsi BBM menjadi sangat irit, bahkan mampu menyentuh angka 30-35 km/liter saat berkendara normal. Ketika menghadapi kemacetan parah, efisiensinya justru meningkat hingga 40 km/liter karena mobil lebih sering bergerak menggunakan daya baterai. Sementara untuk hitungan full-to-full, SUV ini mencatat angka konsumsi 23-24 km/liter.
Dengan tangki berkapasitas 51 liter, mobil bermesin 1.498 cc ini sanggup menjelajah hingga 867 km. Penggunaan rutin bahan bakar RON 92 juga membuat pengeluaran bulanan Putri turun drastis menjadi sekitar Rp 1.400.000 hingga Rp 1.600.000 saja. Angka ini jauh lebih hemat jika ia bandingkan dengan mobil lamanya yang bisa menghabiskan biaya hingga Rp 4.000.000 per bulan.
Selain faktor keiritan, performa mesin Tiggo Cross CSH menyajikan sensasi berkendara yang sangat halus. Kehadiran Mode Turbo juga memberikan tenaga instan yang andal saat melibas jalur menanjak. Karakter suspensinya terasa empuk, kabin senyap, serta material interior memancarkan kesan elegan.
Chery juga memanjakan pemiliknya dengan limpahan fitur modern, antara lain:
Meskipun merasa sangat puas, Putri memberikan beberapa catatan kritis selama pemakaian 23.000 km di iklim tropis Indonesia.
Faktor utama yang menjadi perhatiannya adalah fitur keselamatan aktif Emergency Braking System (EBS). Putri memilih untuk mematikan fitur ini karena sistem sering melakukan pengereman mendadak yang berisiko memicu tabrakan dari belakang. Menurutnya, karakter EBS bawaan kurang cocok dengan kondisi jalanan Indonesia yang padat dan agresif.
Selain itu, ada beberapa poin minor yang perlu mendapat perhatian:
Terakhir, dari sisi non-teknis, proses administrasi pasca-pembelian di masa awal peluncuran membutuhkan kesabaran ekstra. Pengurusan STNK dan pelat nomor memerlukan waktu hingga 3 bulan, sementara BPKB baru terbit dalam waktu 6 bulan.
Secara keseluruhan, Chery Tiggo Cross CSH menawarkan fundamental yang sangat solid sebagai mobil operasional harian yang super irit dan nyaman. Berbagai kekurangan yang ada mayoritas hanya sebatas kenyamanan minor yang dapat Anda atasi sendiri dengan mudah. Hal ini menjadikannya pilihan yang sangat rasional di segmen SUV hybrid masa kini. **
Tidak ada komentar