Jemaah Haji Asal Kerinci Jambi Wafat di Tenda Arafah. ist Cuitan.id – Kabar duka menyelimuti Tanah Suci Makkah. Seorang jemaah haji asal Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, Khairusni Bilal Usman (67), mengembuskan napas terakhirnya di dalam tenda pemondokan Arafah, Arab Saudi, pada Kamis (28/5/2026).
Almarhum merupakan bagian dari Kelompok Terbang (Kloter) BTH-19 Embarkasi Batam. Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan sesama jemaah. Doa-doa terbaik mengalir agar almarhum mendapat tempat termulia di sisi Allah SWT.
Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jambi, Wahyudi Abdul Wahab, menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas peristiwa ini.
“Semoga almarhum husnul khatimah, Allah mengampuni segala khilafnya, menerima amal ibadahnya, dan memberikan tempat terbaik. Bagi keluarga yang ditinggalkan, semoga mendapat ketabahan, kesabaran, dan keikhlasan. Insyaallah, PPIH akan membadalkan haji almarhum,” ujar Wahyudi.
Berdasarkan Lembar Kronologis Jemaah Wafat, peristiwa ini bermula pada Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 21.30 Waktu Arab Saudi (WAS). Saat itu, almarhum sedang bersanding dengan istrinya di dalam tenda maktab di Arafah.
Secara tiba-tiba, almarhum mengeluhkan kondisi tubuh yang lemas dan sesak napas, hingga akhirnya tidak sadarkan diri.
Mendengar laporan dari jemaah lain, tenaga kesehatan kloter langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal. Namun, petugas tidak menemukan denyut nadi pasien saat tiba di tempat kejadian.
Tim medis segera memberikan tindakan penyelamatan darurat. Petugas melakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP) sebanyak tiga siklus, namun pasien tidak memberikan respons. Tidak lama kemudian, Tim Kesehatan Sektor dan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) tiba di lokasi untuk memperkuat penanganan.
Petugas medis juga menggunakan alat Automated External Defibrillator (AED) atau alat pacu jantung otomatis untuk langkah lanjutan. Meski tim medis telah mengerahkan upaya maksimal, takdir berkata lain. Almarhum meninggal dunia tepat di hadapan keluarganya pada pukul 21.30 WAS.
Merujuk pada dokumen resmi Certificate of Death (Surat Kematian) standar internasional ICD-10 dari Tim Medis Kedutaan Besar Republik Indonesia, gangguan jantung akut menjadi penyebab utama wafatnya almarhum.
Secara rinci, dokumen medis mencatat bahwa serangan jantung akut (Acute Myocardial Infarction) menjadi penyebab langsung kematian almarhum. Penyakit jantung iskemik (Ischemic Heart Disease) menjadi penyebab antara, sedangkan penyakit penyerta almarhum adalah riwayat hipertensi atau tekanan darah tinggi.
Sebelum memasuki puncak haji di Arafah, sistem kesehatan mengategorikan almarhum dalam kelompok Risiko Tinggi (Risti) ringan. Almarhum juga rutin mengonsumsi obat hipertensi jenis Amlodipin 1 x 5 mg secara mandiri untuk menjaga kesehatannya.
Catatan medis di Arab Saudi menunjukkan almarhum sempat mengakses layanan kesehatan kloter sebanyak dua kali. Pertama, pada Sabtu (16/5/2026) karena keluhan dispepsia atau gangguan pencernaan. Kedua, pada Jumat (22/5/2026) akibat keluhan low back pain atau nyeri punggung bawah.
Sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen pelayanan, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memastikan petugas resmi akan membadalkan ibadah haji almarhum Khairusni, karena ia wafat sebelum menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji. **
Tidak ada komentar