Mar Martinez Ortuno, istri pelatih Tim B Wanita Los Che, Valencia CF, Martin Carreras Fernando. Ia adalah korban selamat kapal wisata tenggelam di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (28/12/2025) pagi. (Ambrosius Ardin) JAKARTA, Cuitan.id – Insiden tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih menyisakan duka mendalam. Pelatih Tim B Wanita Valencia CF asal Spanyol, Martin Carreras Fernando, bersama tiga anaknya, hingga kini masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian oleh Tim SAR gabungan.
Istri korban, Mar Martinez Ortuno, tampak hadir di Pelabuhan Marina Labuan Bajo pada Minggu (28/12/2025) pagi untuk memantau langsung upaya pencarian. Mar yang selamat bersama satu anak perempuannya, terlihat meminta bantuan kepada petugas SAR agar pencarian terhadap suami dan anak-anaknya terus diintensifkan.
Tim SAR gabungan pada hari kedua pencarian menemukan serpihan badan kapal KM Putri Sakinah sejauh sekitar 5 nautical mile dari lokasi kejadian. Temuan tersebut menjadi petunjuk penting dalam proses pencarian empat korban yang masih hilang.
Kepala Kantor Basarnas Maumere, Fathur Rahman, menyampaikan bahwa pencarian terhadap korban warga negara asing asal Spanyol masih terus dilakukan dengan mengerahkan berbagai unsur SAR laut. Operasi pencarian dilakukan sejak pagi hingga sore hari dengan menyisir perairan utara Pulau Padar.
Dari total 11 orang penumpang, Tim SAR berhasil mengevakuasi 7 korban selamat, terdiri dari empat awak kapal, satu pemandu wisata, serta dua wisatawan asal Spanyol. Sementara itu, empat penumpang lainnya masih dalam pencarian.
Pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo menjelaskan bahwa kapal wisata tersebut tenggelam akibat gelombang tinggi mendadak dengan ketinggian sekitar 2 hingga 3 meter, yang terjadi dalam waktu singkat. Kondisi cuaca tersebut juga sempat menyulitkan proses evakuasi awal.
Kapal semi-pinisi KM Putri Sakinah diketahui mengalami mati mesin saat dalam perjalanan dari Pulau Kalong menuju Pulau Padar. Kapal tersebut membawa wisatawan yang berencana melakukan aktivitas wisata di kawasan Taman Nasional Komodo.
Pencarian melibatkan sekitar 40 personel dari berbagai instansi, termasuk Basarnas, KSOP, TNI AL, Polairud, serta potensi maritim lokal. Apabila cuaca memburuk, pos Taman Nasional Komodo di Pulau Padar disiapkan sebagai lokasi perlindungan sementara bagi tim pencari.
Hingga saat ini, operasi SAR masih terus berlangsung dengan harapan seluruh korban dapat segera ditemukan. ***
Tidak ada komentar