Cuitan.id – Umat Muslim sudah semestinya menyambut tahun baru Islam dengan penuh sukacita dan rasa syukur. Sebagai salah satu dari empat bulan haram (bulan yang suci), Muharram menyimpan keistimewaan yang luar biasa. Allah SWT bahkan menjuluki bulan ini sebagai Syahrullah atau Bulan Allah—sebuah gelar khusus yang tidak melekat pada bulan-bulan lainnya.
Dalam Al-Qur’an Surat At-Taubah ayat 36, Allah menegaskan larangan untuk menzalimi diri sendiri selama bulan-bulan suci ini. Sahabat Nabi, Ibnu Abbas, menjelaskan bahwa Allah melipatgandakan dosa bagi mereka yang bermaksiat di bulan haram. Namun sebaliknya, Allah juga melimpahkan pahala dan kebaikan yang jauh lebih agung bagi hamba-Nya yang rajin beramal saleh.
Mari kita simak 10 amalan terbaik yang bisa Anda lakukan sepanjang bulan Muharram untuk meraih keberkahan hidup.
1. Menjalankan Puasa Sunnah
Puasa menduduki kasta tertinggi sebagai ibadah yang paling Rasulullah SAW anjurkan di bulan Muharram. Beliau menegaskan bahwa puasa sunnah terbaik setelah bulan Ramadhan adalah puasa di bulan Allah ini (HR. Muslim).
-
Puasa Tasu’a (9 Muharram) dan Asyura (10 Muharram): Rasulullah SAW sangat menganjurkan kedua puasa ini. Beliau bersabda bahwa puasa Asyura memiliki keutamaan besar, yaitu menghapus dosa-dosa kecil setahun yang lalu. Sementara itu, puasa Tasu’a berfungsi sebagai pembeda agar ibadah umat Muslim tidak menyamai tradisi kaum Yahudi.
-
Tiga Tingkatan Puasa: Ulama terkemuka, Syekh al-Mubarakfuri, membagi tingkatan puasa Muharram menjadi tiga pilihan. Paling utama adalah berpuasa tiga hari sekaligus (9, 10, dan 11 Muharram). Tingkatan kedua adalah berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram. Sedangkan tingkatan ketiga adalah berpuasa pada tanggal 10 Muharram saja.
2. Memperbanyak Sedekah
Berbagi dengan sesama di bulan yang mulia mendatangkan ganjaran yang berlipat ganda. Para ulama bahkan menyebutkan bahwa bersedekah pada hari Asyura (10 Muharram) memiliki nilai pahala yang setara dengan bersedekah selama satu tahun penuh.
Anda tidak harus selalu bersedekah dengan uang yang banyak. Senyuman yang tulus, bantuan tenaga, berbagi makanan, hingga membagikan ilmu yang bermanfaat juga termasuk bentuk sedekah yang bernilai tinggi di hadapan Allah.
3. Rutin Membaca Al-Qur’an
Membaca kitab suci Al-Qur’an mendatangkan ketenangan hati kapan saja. Namun, mengkhususkan waktu untuk membaca dan merenungkan maknanya di bulan Muharram akan melipatgandakan pahala Anda. Jadikan awal tahun baru ini sebagai momentum untuk memperkuat interaksi Anda dengan Al-Qur’an serta memperbanyak zikir harian.
4. Membaca Zikir dan Istighfar
Banyak peristiwa agung terjadi di bulan Muharram, sehingga para ulama menjuluki bulan ini sebagai bulan ampunan. Anda bisa mengisi malam-malam Muharram dengan membaca Sayyidul Istighfar (rajanya istighfar).
Bacaan Latin Sayyidul Istighfar:
“Allaahumma anta rabbii laa ilaaha illa anta khalaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mastatha’tu. A-‘uudzu bika min syarri maa shana’tu abuu-u laka bini’matika ‘alayya wa abuu-u laka bi-dzanbii, faghfirlii fa innahu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta.”
Rasulullah SAW menjanjikan bahwa siapa saja yang membaca doa ini pada siang hari dengan penuh keyakinan, lalu ia wafat sebelum sore hari, maka ia akan menjadi penghuni surga (HR. Bukhari).
5. Bertaubat dan Mengevaluasi Diri (Muhasabah)
Awal tahun menjadi waktu yang sangat tepat untuk menengok kembali lembaran masa lalu dan memperbaiki diri. Segeralah bertaubat dan tinggalkan segala bentuk maksiat. Ingatlah bahwa berbuat dosa di bulan suci seperti Muharram akan mendatangkan konsekuensi dosa yang lebih besar.
6. Mendirikan Shalat Malam dan Shalat Sunnah
Selain puasa, Rasulullah SAW juga memuji ibadah shalat malam (tahajud) sebagai shalat paling utama setelah shalat wajib lima waktu. Anda bisa memperbanyak shalat sunnah lainnya untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, seperti:
-
Shalat Tahajud di sepertiga malam.
-
Shalat Dhuha di pagi hari.
-
Shalat Rawatib sebelum dan sesudah shalat fardhu.
-
Shalat Tasbih dan Shalat Mutlak, terutama pada malam Asyura.
7. Melapangkan Nafkah untuk Keluarga
Siapa yang tidak ingin rezekinya lancar sepanjang tahun? Rasulullah SAW memberikan kabar gembira bahwa Allah akan melapangkan rezeki bagi siapa saja yang memberikan nafkah lebih dan menyenangkan keluarganya pada hari Asyura (10 Muharram). Amalan ini tentu mempererat keharmonisan rumah tangga dan mendatangkan berkah yang melimpah.
8. Mempererat Tali Silaturahmi
Menghubungi kerabat, mengunjungi orang tua, atau menyapa kembali kawan lama merupakan amalan yang sangat mulia. Rasulullah SAW bersabda bahwa silaturahmi dapat memperpanjang umur dan melapangkan jalan rezeki seseorang.
9. Menyantuni Anak Yatim
Masyarakat Indonesia akrab dengan istilah “Lebaran Anak Yatim” setiap tanggal 10 Muharram. Meskipun hadis yang mengikat amalan ini secara khusus pada tanggal tersebut tergolong lemah (dha’if), esensi menyayangi anak yatim tetap merupakan ibadah yang agung kapan pun Anda melakukannya.
Anda bisa memberikan santunan berupa uang, pakaian, makanan, atau sekadar memberikan perhatian dan kasih sayang yang tulus kepada mereka. Rasulullah SAW menjanjikan kedudukan yang sangat dekat di surga bagi orang-orang yang mengasuh dan menyayangi anak yatim.
10. Membaca Doa Awal dan Akhir Tahun
Masyarakat Muslim memiliki tradisi membaca doa akhir tahun saat menjelang Maghrib di hari terakhir bulan Dzulhijjah, serta doa awal tahun setelah memasuki waktu Maghrib 1 Muharram. Meskipun doa ini bukan berasal dari hadis sahih, para ulama memperbolehkan umat Muslim mengamalkannya karena kalimatnya mengandung permohonan ampunan, perlindungan dari godaan setan, serta harapan kebaikan di tahun yang baru.
Selamat memasuki tahun baru Hijriah. Semoga sepuluh amalan di atas dapat mengantarkan kita semua menjadi pribadi yang lebih bertakwa dan penuh berkah sepanjang tahun! **
Tidak ada komentar