Wako Alfin di Unja: Konsistensi dan Kerja Keras Adalah Kunci Utama

waktu baca 2 menit
Jumat, 1 Mei 2026 10:00 90 admincuitan

SUNGAI PENUH, Cuitan.id – Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, SH, menyapa ratusan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Jambi (Unja) dalam sebuah kuliah umum yang penuh inspirasi di Auditorium UNIFAC, Kamis (3/4).

Membawa suasana hangat dan akrab, ia berbagi pandangan mengenai seni memimpin di era politik modern.

Seni Memimpin dan Merawat Amanah

Dengan tema besar “Membangun Kota, Merawat Amanah, Seni Kepemimpinan di Tengah Dinamika Politik Modern,” Alfin memaparkan berbagai langkah strategis untuk memajukan Kota Sungai Penuh. Ia menjelaskan visi besarnya melalui program-program unggulan seperti:

  • Sungai Penuh Maju, Unggul, Sehat, dan Agamis.

  • Sungai Penuh Melayani.

  • Sungai Penuh Ilok.

  • Program Pemberdayaan Perempuan.

Program-program ini bertujuan menciptakan kota yang berdaya saing tinggi namun tetap memegang teguh nilai-nilai sosial dan agama.

Pesan Untuk Generasi Penerus

Lebih dari sekadar memaparkan kebijakan publik, Alfin menyentuh sisi personal para mahasiswa. Ia memotivasi mereka untuk menjadi generasi penerus bangsa yang tangguh. Menurutnya, keberhasilan adalah hasil dari proses panjang yang melelahkan namun berharga.

“Keberhasilan tidak datang secara tiba-tiba. Semua butuh proses. Mulailah membangun kebiasaan baik sekarang. Kerja keras dan konsistensi kalian akan menentukan hasil akhirnya,” ujar Alfin dengan penuh semangat.

Kisah Perjuangan di Perantauan

Suasana semakin emosional saat Alfin menceritakan sekelumit sejarah perjalanan hidupnya. Ia berbagi pengalaman pahit manis berjuang di tanah perantauan sebelum akhirnya mendapat kepercayaan masyarakat untuk menjabat sebagai Wali Kota Sungai Penuh.

Kisah ini menjadi bukti nyata bahwa integritas dan pantang menyerah adalah modal utama seorang pemimpin.

Dialog Interaktif

Sesi kuliah umum ini ditutup dengan diskusi dua arah yang sangat dinamis. Para mahasiswa tampak antusias mengajukan pertanyaan seputar hukum, praktik pemerintahan daerah, hingga tantangan kepemimpinan di lapangan.

Kehadiran Alfin memberikan perspektif baru bagi mahasiswa tentang bagaimana menyatukan teori hukum di kampus dengan realita dunia politik yang sesungguhnya. **

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA