Susah Rileks? Ini 4 Cara Ampuh Tenangkan Saraf yang Teledor Kerja

waktu baca 3 menit
Minggu, 14 Jun 2026 06:00 4 admincuitan

Cuitan.id – Pernahkah Anda merasa sangat lelah, tetapi tubuh tetap terasa tegang dan sulit untuk tidur nyenyak? Kondisi ini biasanya terjadi karena sistem saraf Anda terus berada dalam mode siaga atau mode bertahan hidup.

Kabar baiknya, Anda bisa mengembalikan keseimbangan tubuh dengan langkah-langkah sederhana. Para ahli kesehatan membagikan kiat-kiat efektif untuk menenangkan sistem saraf Anda berikut ini.

Mengapa Sistem Saraf Kita Bisa Mengalami Ketegangan?

Sistem saraf bekerja sebagai pusat komunikasi utama tubuh. Bagian ini terus-menerus membaca informasi dari lingkungan sekitar maupun dari dalam tubuh kita. Tujuannya satu: menentukan apakah kita sedang berada dalam bahaya atau dalam kondisi aman.

Nahid de Belgeonne, seorang penulis dan ahli strategi sistem saraf, menjelaskan bahwa sistem saraf manusia belajar melalui kebiasaan yang berulang (repetisi). Ketika Anda terus-menerus terburu-buru, bekerja berlebihan, dan lupa beristirahat, tubuh akan menganggap pola stres tersebut sebagai hal yang normal.

“Stres bukan hanya masalah pikiran atau psikologis semata, melainkan juga masalah fisik (fisiologis). Tubuh Anda mulai menyesuaikan diri dengan ritme dan tuntutan hidup yang tinggi,” ungkap Nahid.

Akibatnya, banyak orang yang terlihat produktif dari luar, tetapi sebenarnya menyimpan ketegangan luar biasa di dalam tubuh. Mereka mudah lelah, sulit tidur, dan gagal menikmati waktu santai.

Menariknya, Anda tidak perlu mengikuti tren kesehatan (wellness) yang rumit atau mahal di media sosial untuk mengatasi hal ini. Sistem saraf justru menolak tekanan baru yang berkedok perawatan diri (self-care).

Berikut adalah 4 cara humanis dan sederhana untuk menenangkan sistem saraf Anda:

1. Kurangi Kebiasaan Multitasking

Langkah awal yang paling mudah adalah fokus melakukan satu hal dalam satu waktu. Nahid menegaskan bahwa sistem saraf yang sehat tidak lahir dari rutinitas yang sempurna, melainkan dari hubungan yang selaras dengan ritme hidup kita.

Mulailah mengurangi stimulasi berlebihan dari hal-hal kecil. Sebagai contoh, cobalah menikmati makanan Anda tanpa membuka ponsel, atau menonton film tanpa sibuk mengecek media sosial.

2. Sisihkan Waktu untuk Menikmati Keheningan

Seorang ahli terapi tubuh, Veronica Immink Gill, menyarankan agar kita menciptakan momen tenang di sela-sela kesibukan harian. Anda bisa menciptakan suasana ini dengan menurunkan intensitas cahaya lampu ruangan, menjauhkan diri dari layar gawai, menghirup aroma terapi yang menenangkan, atau mandi air hangat.

“Mengatur ulang sistem saraf bukan tentang pencapaian atau performa. Ini adalah momen saat Anda memberi izin kepada diri sendiri untuk berhenti sejenak, melunak, merasakan lingkungan sekitar, dan bernapas kembali,” kata Veronica.

3. Latih Pernapasan dan Rasakan Pengalaman Baru

Seorang praktisi pernapasan, Rob Rea, menyebut napas sebagai pengendali tercepat untuk mengubah kondisi sistem saraf. Ia merekomendasikan teknik pernapasan dengan embusan napas yang lebih panjang daripada saat menghirup udara, misalnya menggunakan metode hitungan 4-6. Teknik ini ampuh mengaktifkan sistem saraf parasimpatik yang bertugas mengurus proses istirahat dan pemulihan tubuh.

Selain itu, Anda juga bisa mencoba terapi suhu. Menurut pakar umur panjang (longevity), Michal Cohen-Sagi, paparan suhu dingin dalam waktu singkat dapat melatih ketahanan tubuh terhadap stres. Sementara itu, paparan suhu panas membantu otot-otot tubuh menjadi lebih rileks dan melancarkan sirkulasi darah.

4. Bersenandung dan Jalin Silaturahmi

Aktivitas sederhana seperti bersenandung ternyata memiliki manfaat luar biasa. Getaran dari suara Anda sendiri dapat merangsang saraf vagus, yaitu saraf utama yang menenangkan tubuh. Mendengarkan musik dengan frekuensi rendah atau terapi suara (sound bath) juga memberikan efek serupa yang menenangkan.

Terakhir, luangkan waktu untuk bersosialisasi. Menghabiskan waktu bersama keluarga atau sekadar mengobrol ringan dengan sahabat karib mampu memicu pelepasan hormon oksitosin. Hormon ini secara otomatis menghadirkan rasa aman, nyaman, dan tenang di dalam dada Anda. **

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA