Semalam di Laheak, Pergelaran Seni Budaya Rio Jayo Pukau Warga

waktu baca 3 menit
Rabu, 1 Jul 2026 09:39 70 admincuitan

SUNGAI PENUH, Cuitan.id – Pergelaran Malam Seni Budaya dalam rangka kenduri Sko Enam Luhah Sungai Penuh, kembali digelar. Pada Selasa malam (30/06/2026) acara dengan tema “Semalam di Laheak” bertempat di Luhah Rio Jayo.

Acara ini di hadiri oleh Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, didampingi ketua GOW Mawarti Azhar. Dan pergelaran seni dan budaya tersebut berlangsung meriah dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang memadati lokasi acara.

Turut hadir Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh Alpian, S.E., M.M., Wakil Ketua DPRD Kota Sungai Penuh Hardizal, S.Sos., M.H., Depati Nan Batujuh, Lembaga Adat Enam Luhah Sungai Penuh, Lembaga Adat Pondok Tinggi, para depati, ninik mamak, kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Sungai Penuh, tokoh masyarakat, serta pemuda dan pemudi Luhah Rio Jayo.

Ketua panitia Kenduri Sko Luhah Rio Jayo, Vendra Veda mengatakan, ini merupakan malam kesenian yang terakhir dari rangkaian kenduri Sko 6 luhah Sungai Penuh yang sudah di laksanakan sejak tanggal 25 Juni 2026.

“Ini merupakan malam terakhir dari rangkaian Kenduri Sko 6 luhah Sungai Penuh, yang puncaknya akan di laksanakan pada 4 dan 5 Juli 2026,” kata Vendra Veda.

“Masih ada beberapa rangkaian acara adat lainnya jelang puncak Kenduri Sko, di antaranya penurunan benda pusaka yang di rencanakan pada Rabu, 1 Juli 2026,” tambah Vendra Veda.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yg sudah ikut serta menyukseskan acara semalam di laheak Rio jayo.

“Atas nama panitia, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung dan mensukseskan acara malam ini,” tutupnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Azhar Hamzah dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara, lembaga adat, para depati, ninik mamak, tokoh masyarakat, serta seluruh masyarakat Luhah Rio Jayo yang telah menyukseskan pergelaran seni dan budaya dengan penuh semangat kebersamaan dan semangat melestarikan warisan budaya daerah.

Menurutnya, malam puncak Pergelaran Seni dan Budaya Luhah Rio Jayo tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga memiliki makna penting sebagai sarana edukasi budaya, penguatan jati diri masyarakat, sekaligus media untuk menanamkan rasa cinta terhadap adat dan budaya kepada generasi muda agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

“Melalui kegiatan seperti ini, nilai-nilai adat, budaya, dan kearifan lokal dapat terus diwariskan kepada generasi penerus. Pemerintah Kota Sungai Penuh akan terus mendukung upaya pelestarian budaya sebagai bagian dari identitas daerah yang harus dijaga bersama,” ujar Wawako.

Pergelaran Seni dan Budaya Luhah Rio Jayo menampilkan beragam kesenian tradisional yang menjadi kebanggaan masyarakat Sungai Penuh, di antaranya pencak silat, Tari Rangguk, Tari Iyo-Iyo, drama bertajuk “Pegang Pakai Tuo Tagane”, tembang Lagu Sungai Penoh, tari tradisional kreasi, Sike Rebana, serta berbagai pertunjukan seni budaya lainnya. Kegiatan juga semakin semarak dengan penampilan seni budaya dari Rio Singaro Pondok Tinggi.

Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi, memperkokoh persatuan, serta meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga dan melestarikan adat istiadat serta budaya sebagai warisan luhur masyarakat Sungai Penuh. **

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA