Ringkus Pelangsir Pertalite, Polres Kerinci Diminta Babat Pemasok Solar Tambang Ilegal

waktu baca 2 menit
Jumat, 12 Jun 2026 08:00 11 admincuitan

KERINCI, Cuitan.id – Keberhasilan Satreskrim Polres Kerinci membongkar praktik pelangsiran BBM subsidi jenis Pertalite di SPBU Sungai Liuk langsung menuai pujian dari warga. Langkah cepat polisi ini membuktikan komitmen kuat dalam menjaga hak-hak masyarakat kecil.

Namun, kepuasan warga melahirkan tantangan baru bagi aparat penegak hukum. Kini, masyarakat mendesak jajaran Polres Kerinci untuk membongkar jaringan pelangsir solar yang mengalir ke aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Sungai Penetai, Kecamatan Batang Merangin. Warga ingin polisi menerapkan ketegasan yang sama agar tidak muncul kesan tebang pilih dalam penegakan hukum.

Ratusan Alat Berat Rusak Kawasan Konservasi TNKS

Informasi dari lapangan mengungkap fakta mengejutkan mengenai skala operasi tambang ilegal tersebut. Saat ini, ratusan ekskavator mengeruk bumi di wilayah Sungai Penetai secara bebas. Bahkan, aktivitas merusak ini sudah menerobos masuk ke dalam kawasan konservasi Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

“Polisi sudah menangkap pelangsir Pertalite, sekarang kami menunggu tindakan nyata terhadap pelangsir solar yang menyuplai tambang ilegal di Sungai Penetai,” ujar seorang warga setempat yang meminta merahasiakan identitasnya.

Ia menambahkan bahwa ratusan alat berat tersebut memerlukan pasokan solar dalam jumlah yang sangat besar setiap harinya. Pertanyaan besarnya, dari mana para pelaku tambang mendapatkan ribuan liter bahan bakar tersebut jika bukan dari penyelewengan solar subsidi?

Warga Menanti Langkah Nyata Kapolres Kerinci

Masyarakat menaruh harapan besar kepada Kapolres Kerinci, AKBP Ramadhanil. Warga meminta sang Kapolres beserta jajarannya segera mengusut tuntas jalur distribusi BBM ke lokasi PETI. Aktivitas ilegal ini tidak hanya merugikan keuangan negara akibat penyelewengan subsidi, tetapi juga mengancam kelestarian hutan dan memicu bencana alam yang membahayakan penduduk sekitar.

Sebelum kasus ini mencuat, Polres Kerinci telah menangkap seorang pria berinisial RS (28), warga Sungai Liuk. RS kedapatan melangsir Pertalite menggunakan mobil yang memiliki tangki modifikasi. Dalam penangkapan itu, polisi menyita kendaraan serta puluhan jeriken penuh berisi Pertalite.

Keberhasilan menangkap RS inilah yang memicu ingatan warga akan masalah yang lebih besar di Sungai Penetai. “Ratusan ekskavator itu butuh solar yang melimpah. Kami menunggu keberanian polisi untuk memotong jalur pasokan BBM mereka,” pungkas warga lainnya.

Hingga saat ini, Polres Kerinci belum memberikan pernyataan resmi mengenai dugaan aliran solar subsidi ke lokasi tambang emas ilegal tersebut. Kendati demikian, publik tetap optimis dan terus mengawal kasus ini agar lingkungan Kerinci tetap lestari dari tangan-tangan serakah. **

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA