Merasa Jadi Anak Tiri, Edminuddin: Minta Kerinci dan Sungai Penuh Lepas dari Provinsi Jambi

waktu baca 2 menit
Sabtu, 12 Sep 2026 10:04 1462 admincuitan

JAMBI, Cuitan.id – Suasana Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jambi mendadak panas pada Jumat (11/9/2026). Anggota DPRD dari daerah pemilihan Kerinci dan Sungai Penuh, Edminuddin, meluapkan kekecewaannya secara terbuka terhadap alokasi program kerja Pemerintah Provinsi Jambi yang dinilai tidak adil.

Kritik disampaikan Edminuddin dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jambi dengan agenda penyampaian laporan Badan Anggaran (Banggar) tentang Rancangan Perubahan KUA dan Rancangan Perubahan PPAS 2026, Jumat (11/9/2026).

Politisi Partai Gerindra ini menyoroti ketimpangan program pada Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra). Ia menemukan fakta bahwa wilayah Kerinci dan Sungai Penuh sama sekali tidak kebagian jatah bantuan hibah untuk yayasan pendidikan.

Tidak hanya itu, program umrah gratis bagi 36 warga dari Pemprov Jambi juga luput dari kedua wilayah tersebut. Ketidakadilan ini membuat Edminuddin mempertanyakan komitmen pemerataan pembangunan pemerintah provinsi.

“Di Kesra, itu hibah pendidikan, yayasan pendidikan, satu pun tidak ada dapat Kerinci dan Sungai Penuh. Kemudian yang kedua, umrah gratis 36 orang dari Provinsi Jambi. Satu pun tidak ada dari Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Apakah ini yang namanya adil?” tanya Edminuddin dengan nada tinggi di hadapan peserta rapat.

Kritik tajam ini baru mencakup satu perangkat daerah saja. Ia khawatir Dinas dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya di lingkungan Pemprov Jambi menerapkan pola serupa terhadap wilayahnya.

Puncak kekesalan Edminuddin terlihat ketika ia melontarkan pernyataan agar Kerinci dan Sungai Penuh dilepaskan saja dari Provinsi Jambi jika terus dipandang sebelah mata. Ia bahkan menyinggung sejarah tahun 1957 ketika Kerinci bergabung untuk membantu pembentukan Provinsi Jambi setelah berpisah dari Sumatera Barat.

“Kalau memang Kerinci dan Sungai Penuh itu dianggap anak tiri, lepaskan kami dari Provinsi Jambi. Kalau Kerinci bukan bagian, tidak dianggap, kembalikan kami ke Sumatera Barat,” ujarnya.

Menurutnya, jika dulu Kerinci memilih bertahan di Sumatera Barat, wilayah tersebut mungkin sudah menikmati kemajuan yang jauh lebih pesat saat ini.

“Kalau Kerinci tetap di Sumatera Barat, mungkin Kerinci sudah jauh lebih maju,” katanya. (**

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA