Bimbingan Perkawinan Terhadap 20 Pasangan Calon Pengantin. KERINCI, Cuitan.id – Melangkah ke jenjang pernikahan tentu membutuhkan lebih dari sekadar rasa cinta dan pesta yang meriah. Kesadaran inilah yang mendorong Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kerinci untuk membekali para calon pengantin (catin) agar benar-benar siap secara lahir dan batin.
Melalui Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, Kemenag Kerinci sukses menggelar Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Catin Gelombang II Tahun 2026 di Aula PLHUT. Sebanyak 20 pasangan calon pengantin dari 18 kecamatan di Kabupaten Kerinci hadir mengikuti rangkaian pembekalan ini dengan penuh antusias.
Membuka kegiatan tersebut, Koordinator Urusan Kepegawaian Kankemenag Kerinci, Nafrizal K., S.H., M.H., menegaskan bahwa program Bimwin ini bukan sekadar syarat administratif atau formalitas belaka. Ia mengajak para peserta untuk menyerap seluruh materi dengan sungguh-sungguh sebagai pegangan hidup berkeluarga.
“Manfaatkan kesempatan dan fasilitas yang diberikan pemerintah ini sebaik-baiknya, karena ilmu yang diperoleh nanti menjadi bekal krusial dalam menjalani kehidupan berumah tangga,” ujar Nafrizal.
Senada dengan hal tersebut, Kasi Bimas Islam Kankemenag Kerinci, H. Firdaus, S.Ag., M.H., mengingatkan bahwa pernikahan menuntut kesiapan mental yang matang. Menurutnya, membangun keluarga bukan hanya perihal memulai hidup bersama, melainkan bagaimana merawat hubungan, meredam perbedaan, serta menyelesaikan persoalan dengan kepala dingin.
Ketua Panitia, Pardito Hardi, merancang acara ini secara komprehensif ke dalam sesi materi keagamaan dan kesehatan yang dipandu langsung oleh para narasumber ahli:
Sepanjang acara, para peserta menunjukkan keaktifan yang luar biasa. Suasana kelas terasa sangat cair dan dinamis karena para catin tidak ragu melempar pertanyaan serta berdiskusi langsung dengan para pemateri seputar dinamika kehidupan rumah tangga yang kerap memicu keresahan.
Melalui perpaduan ilmu agama, komunikasi keluarga, dan kesehatan reproduksi ini, Kemenag Kerinci berharap seluruh peserta mampu melangkah ke gerbang pernikahan dengan kesiapan yang utuh. Bekal matang ini diyakini menjadi jalan terbaik untuk mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, serta bertanggung jawab di masa depan.
Catatan Redaksi: Pernikahan bukan sekadar merayakan cinta di hari pelaminan, melainkan perjalanan panjang merawat komitmen, meredam ego, dan saling menguatkan dalam menghadapi setiap dinamika hidup berumah tangga. (**
Tidak ada komentar