Mengenal Kurau, Maskot Unik Geopark Merangin Jambi yang Mendunia

waktu baca 2 menit
Minggu, 28 Jun 2026 15:00 66 admincuitan

JAMBI, Cuitan.id — Pekan Budaya Jambi bertajuk “Jambi Blok Nian: Merajut Tuah Merawat Marwah Adat Merangin” membawa kejutan segar bagi para pengunjung.

Acara ini tidak sekadar memamerkan kekayaan tradisi, tetapi juga memperkenalkan Kurau, maskot resmi Merangin Jambi UNESCO Global Geopark (MJUGGp).

Sosok unik ini langsung mencuri perhatian publik. Di balik wujudnya yang menggemaskan, Kurau menyimpan filosofi mendalam tentang sejarah bumi dan pentingnya menjaga kelestarian alam.

Paduan Unik Burung Endemik dan Fosil Purba

General Manager Badan Pengelola MJUGGp, Dr. Agus Zainuddin, membagikan kisah menarik di balik terciptanya nama “Kurau”. Menurutnya, nama tersebut lahir dari perpaduan dua elemen penting yang ada di kawasan Geopark Merangin, yaitu burung ‘Kuau’ dan fosil ‘Arau’.

“Kurau itu singkatan dari kuau dan arau. Kuau mewakili burung endemik lokal yang menjadi simbol kekayaan hayati (biodiversity) kita. Sementara Arau merujuk pada Araucarioxylon, yaitu batu fosil kayu purba yang berumur 300 juta tahun,” ungkap Agus saat menyapa pengunjung di stan pameran.

Agus menegaskan bahwa kehadiran Kurau mengemban misi edukasi yang besar bagi masyarakat luas. Melalui maskot ini, pihak pengelola ingin menyalakan kesadaran publik untuk bersama-sama menjaga warisan geologi dan hayati Jambi.

“Ini perpaduan yang sangat keren. Ada pesan kuat di dalamnya. Kita memiliki burung endemik kuau dan fosil berusia ratusan juta tahun yang wajib kita lindungi bersama,” tambahnya dengan penuh semangat.

Laboratorium Alam yang Diakui Dunia

Kawasan Geopark Merangin Jambi saat ini memegang status terhormat sebagai UNESCO Global Geopark. Dunia internasional mengagumi kawasan ini karena menyimpan koleksi fosil flora dari era permaian awal (early permian) yang paling lengkap dan terbaik.

Keunikan geologis tersebut menjadikan bumi Merangin sebagai laboratorium alam yang sangat berharga bagi ilmu pengetahuan dunia. Melalui maskot Kurau, pengelola berharap masyarakat tidak hanya bangga, tetapi juga aktif merawat warisan dunia ini demi generasi masa depan. **

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA