Ilustrasi – Perumda Tirta Khayangan Bergilir Alirkan Air. SUNGAI PENUH, Cuitan.id – Perumda Air Minum Tirta Khayangan Kota Sungai Penuh mulai memberlakukan jadwal penggiliran distribusi air bersih untuk pelanggan di wilayah pelayanan Unit Sungai Penuh.
Langkah darurat ini diambil setelah debit air baku mendadak merosot, sehingga instalasi pengolahan tidak sanggat memproduksi air secara maksimal.
Manajemen Perumda mengimbau seluruh warga agar bijak menggunakan air, menampung pasokan secukupnya, dan terus memantau jadwal yang ada. Langkah gilir aliran ini menjadi solusi terbaik agar seluruh pelanggan tetap mendapatkan akses air bersih secara adil merata.
Di sisi lain, tim teknis Perumda Tirta Khayangan terus memantau kondisi debit air di sumber utama setiap hari. Harapannya, pasokan air dapat kembali normal secepat mungkin begitu curah hujan dan pasokan air membaik.
Penyebab utama dari penyesuaian ini adalah penurunan volume air di sumber utama. Ketika pasokan air baku menyusut, kapasitas produksi pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) otomatis ikut merosot.
Untuk menghindari penghentian total, manajemen memilih membagi aliran air ke beberapa zona wilayah secara bergantian. Kondisi seperti ini memang kerap terjadi saat musim kemarau tiba atau ketika cuaca ekstrem melanda kawasan sumber air.
Guna membantu warga mengatur aktivitas harian, Perumda Tirta Khayangan membagi alokasi waktu distribusi menjadi tiga sesi utama:
Aliran air fokus mengalir ke wilayah:
Jalan Muradi
Sebagian Pasar Sungai Penuh
Kelurahan Sungai Penuh
Sebagian Jalan Baru
Dusun Baru
Koto Keras
Pondok Tinggi
Sebagian Lawang Agung
Petugas mengalihkan aliran air ke wilayah:
Jalan Baru
Kelurahan Sungai Penuh
Dusun Baru
Koto Renah
Memasuki malam hari, pasokan air dialirkan menuju:
Dusun Baru
Koto Renah
Koto Keras
Koto Lolo
Koto Bento
Catatan Penting: Jadwal di atas dapat berubah sewaktu-waktu. Petugas lapangan akan terus menyesuaikan distribusi jika debit air mendadak berubah, terjadi kendala teknis, atau faktor cuaca ekstrem. Perumda menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dialami warga.
Agar aktivitas rumah tangga dan usaha kecil tidak terganggu, Anda bisa menerapkan beberapa langkah praktis berikut:
Tampung Air Lebih Awal: Isi bak mandi atau wadah penampungan saat jam distribusi wilayah Anda dimulai.
Prioritaskan Kebutuhan Pokok: Gunakan air khusus untuk memasak, minum, dan sanitasi utama.
Cek Keran Air: Pastikan semua keran tertutup rapat agar tidak ada air menetes terbuang sia-sia.
Gunakan Tandon/Toren: Manfaatkan tangki penampungan berkapasitas besar jika memungkinkan.
Sistem penggiliran ini tentu memicu penyesuaian jadwal harian warga, mulai dari urusan mencuci pakaian hingga operasional usaha kuliner dan penginapan. Namun, warga menilai langkah ini jauh lebih baik ketimbang pemadaman total.
Ardi, salah satu pelanggan di Sungai Penuh, memahami situasi yang dihadapi Perumda namun berharap perbaikan bisa berjalan cepat.
“Kami memahami debit air sedang berkurang. Tapi kami sangat berharap distribusi bisa segera normal kembali karena kebutuhan air harian kami cukup tinggi, terutama di pagi dan malam hari. Semoga Perumda rajin memberi pembaruan informasi,” ujar Ardi.
Petugas lapangan Perumda Tirta Khayangan tidak hanya memantau debit air, tetapi juga rutin menyisir jaringan pipa untuk mencegah kebocoran yang bisa memperparah keadaan. Begitu debit air stabil, perusahaan berjanji langsung mengembalikan pengaliran air 24 jam penuh.
Perumda mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan bijak menghemat air. Jika Anda menemukan kebocoran pipa atau mengalami gangguan distribusi di luar jadwal, segera hubungi layanan pelanggan resmi Perumda Air Minum Tirta Khayangan. **
Tidak ada komentar