Grafis Foto. Hermendizal, Kadis Kesehatan Kerinci terkait Kabut Asap Kerinci Memburuk Kasus ISPA Justru Turun. KERINCI, Cuitan.id – Kabut Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari beberapa wilayah Provinsi Jambi mulai mencemari udara, tak terkecuali wilayah Kabupaten Kerinci.
Pemantauan kualitas udara pada Senin (7/9/2026) menunjukkan bahwa kondisi udara Kerinci kini masuk kategori tidak sehat, terutama bagi kelompok masyarakat yang rentan.
Menariknya, berdasarkan catatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci justru memperlihatkan tren yang berbeda. Jumlah penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) malah melandai dalam beberapa pekan terakhir.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci, H. Hermendizal, SKM., MM, menjelaskan bahwa 21 Puskesmas di wilayahnya rutin mencatat pergerakan kasus ISPA setiap minggu. Data pekan ke-33 menunjukkan penurunan angka penderita jika kita membandingkannya dengan dua pekan sebelumnya.
“Angka penderita ISPA turun dari minggu ke-31, 32, hingga 33. Walaupun kualitas udara saat ini berada pada tingkat yang tidak sehat untuk kelompok rentan,” jelas Hermendizal pada Senin (7/9/2026).
Laporan Dinkes Kerinci mencatat 437 kasus pada pekan ke-31, lalu naik menjadi 454 kasus pada pekan ke-32. Namun, angka tersebut merosot menjadi 363 kasus pada pekan ke-33.
Dinamika ini sebetulnya sudah terjadi sejak awal tahun. Pekan pertama mencatat 298 kasus dan pekan kedua 291 kasus. Angka tersebut sempat melonjak hingga 486 kasus pada pekan ke-3 hingga ke-5, sebelum akhirnya kembali melandai.
Hermendizal mengingatkan warga bahwa bahaya kabut asap tidak hanya terbatas pada penyakit ISPA. Paparan asap tebal juga memicu masalah kesehatan lain, salah satunya iritasi mata yang membuat mata memerah dan perih.
“Bukan hanya ISPA, kabut asap juga dapat berdampak terhadap kondisi kesehatan lainnya, seperti iritasi mata yang membuat mata memerah,” jelasnya.
Sejauh ini, Puskesmas di seluruh wilayah Kerinci masih mampu menangani sebagian besar keluhan warga melalui layanan rawat jalan. Dinkes Kerinci juga terus mengawasi potensi wabah secara mingguan memanfaatkan aplikasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR).
“Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci selalu memantau secara mingguan kasus penyakit yang berpotensi menjadi wabah melalui aplikasi SKDR yang secara rutin dilaporkan oleh 21 Puskesmas lingkup Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci,” katanya.
Imbauan Penting untuk Masyarakat
Mengingat kondisi udara yang belum membaik, Dinkes Kerinci meminta warga untuk memperketat proteksi diri melalui langkah berikut:
Tidak ada komentar