Bebaskan Kerinci dan Sungai Penuh dari Banjir, Pemerintah Kebut Normalisasi Sungai Batang Merao

waktu baca 3 menit
Sabtu, 13 Jun 2026 11:00 31 admincuitan

KERINCI, Cuitan.id – Pemerintah terus bergerak untuk menyelamatkan warga Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci dari ancaman banjir tahunan. Melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI Jambi, pemerintah menurunkan Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) untuk menggarap proyek strategis.

Mereka melakukan normalisasi dan membangun tanggul kokoh di sepanjang aliran Sungai Batang Merao. Langkah nyata ini bertujuan mengembalikan fungsi sungai agar mampu mengalirkan air hujan dengan optimal, terutama saat cuaca ekstrem melanda wilayah hulu dan hilir.

Mengapa Sungai Batang Merao Sering Meluap?

Hasil kajian tim ahli menunjukkan bahwa Sungai Batang Merao saat ini kehilangan kemampuan alami untuk menampung debit air yang besar. Setiap kali hujan lebat mengguyur, air langsung meluap dan merendam permukiman serta sawah milik warga.

Kondisi ini terjadi karena tumpukan sedimentasi yang membuat dasar sungai semakin dangkal dari tahun ke tahun. Keadaan menjadi semakin parah akibat aktivitas penambangan liar di kawasan hulu.

Kerusakan lingkungan di hulu tersebut mengirimkan material lumpur yang mempercepat pendangkalan sungai. Alhasil, saat volume air meningkat, sungai tidak lagi mampu menampung air dan memicu banjir bandang yang merugikan masyarakat.

Normalisasi: Mengangkat Lumpur, Mempercepat Aliran Air

Melalui program normalisasi ini, pekerja mengeruk tumpukan sedimentasi dan memperlebar alur Sungai Batang Merao. Proses pengerukan ini akan membuat arus sungai mengalir lebih lancar dan cepat menuju wilayah hilir.

Dengan hilangnya sumbatan lumpur, potensi genangan air di sekitar pemukiman warga akan menurun drastis. Proyek ini sekaligus mengembalikan fungsi vital Sungai Batang Merao sebagai urat nadi drainase alami yang menjaga keseimbangan lingkungan di Sungai Penuh dan Kerinci.

Benteng Tanggul untuk Keamanan Warga

Selain mengeruk sungai, tim di lapangan juga membangun tanggul pembatas yang tinggi dan kokoh. Tanggul ini berfungsi sebagai benteng agar air tidak melompati bibir sungai saat debit air mencapai puncaknya.

Pekerja juga memperkuat tebing-tebing sungai untuk mencegah erosi dan longsor yang sering mengancam keselamatan rumah warga di sepanjang aliran sungai. Kolaborasi antara tanggul yang kuat dan tebing yang kokoh akan memberikan rasa aman yang lama bagi masyarakat dan sektor pertanian setempat.

Target Selesai Akhir 2026

Berdasarkan kontrak kerja, pihak pengembang menargetkan proyek ini selesai sepenuhnya pada 23 Desember 2026.

Sebagai catatan, pada tahun lalu pemerintah telah menyelesaikan penanganan sepanjang 9 kilometer, mulai dari kawasan Debai hingga Rawang. Untuk tahun ini, tim melanjutkan pengerjaan sepanjang 1,5 kilometer. Mengingat total panjang Sungai Batang Merao mencapai 57 kilometer, proyek multiyears ini berjalan secara bertahap namun pasti.

Harapan Baru dan Suara Hati Masyarakat

Warga Kabupaten Kerinci menyambut proyek ini dengan penuh rasa syukur dan optimisme. Ridwan, salah satu warga setempat, menitipkan harapan besar agar proyek ini segera tuntas demi kenyamanan hidup mereka.

“Kami selalu merasa cemas setiap kali musim hujan tiba karena air sungai sering masuk ke rumah. Kami berharap normalisasi dan tanggul ini segera selesai, sehingga kami bisa tidur nyenyak dan beraktivitas dengan tenang,” ungkap Ridwan dengan penuh harap.

Senada dengan Ridwan, Asrul juga mengapresiasi langkah cepat pemerintah ini. Namun, ia mengingatkan pemerintah untuk tegas menjaga alam hulu sungai.

“Banjir selama ini merusak rumah dan memutus akses jalan kami. Proyek ini adalah jawaban dari doa kami. Namun, pemerintah juga harus menindak tegas para penambang liar di hulu agar sungai tidak kembali dangkal,” tegas Asrul.

Kini, masyarakat berharap seluruh proses pembangunan infrastruktur pencegah banjir ini berjalan lancar sesuai jadwal demi menciptakan lingkungan yang aman, produktif, dan sejahtera bagi generasi masa depan. **

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA