Tak Berfungsi, Proyek Sentra Dodol Kentang Kerinci Rp3 Miliar Terbengkalai

waktu baca 2 menit
Rabu, 9 Sep 2026 11:45 14 admincuitan

KERINCI, Cuitan.id – Pembangunan Rumah Produksi dan Pemasaran Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) Dodol Kentang di Desa Lubuk Nagodang, Kecamatan Siulak, Kabupaten Kerinci, kini memicu sorotan tajam.

Fasilitas senilai Rp3,01 miliar anggaran pemerintah yang selesai sejak 2023 itu terkesan terbengkalai dan belum memberi manfaat nyata bagi para perajin lokal.

Kondisi fisik gedung kian memprihatinkan. Rumput liar memenuhi area halaman, cat dinding mulai memudar, dan retakan menjalar di beberapa bagian bangunan.

Peralatan Mangkrak, Pelaku Usaha Kecewa

Kehadiran gedung ini awalnya bertujuan menampung seluruh alur produksi, mulai dari pengolahan, pengemasan, hingga pemasaran. Namun, fasilitas pendukung di dalamnya justru menganggur.

Salah seorang pelaku usaha dodol kentang setempat menumpahkan kekecewaannya secara terbuka.

“Bangunan sudah siap sejak beberapa tahun lalu, tetapi belum bisa dirasakan manfaatnya oleh pelaku usaha dodol kentang. Alat-alat seperti kuali sudah ada, namun tidak dioperasikan,” tegasnya.

Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Kerinci turun tangan agar investasi miliaran rupiah ini segera menggerakkan roda perekonomian warga.

Aktivis Minta Kejelasan dan Pemeriksaan Proyek

Aktivis Kerinci, Ikhsan, turut mengkritik kinerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kerinci. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah wajib mengelola aset hasil kucuran dana pusat tersebut secara bertanggung jawab.

“Pemerintah pusat sangat perhatian terhadap daerah dengan membantu pembangunan fasilitas bagi pelaku industri. Jangan sampai anggaran besar sudah dikucurkan, tetapi asetnya justru dibiarkan tidak berfungsi. Dinas terkait harus bertanggung jawab terhadap pemanfaatannya,” ujar Ikhsan.

Ia juga mendesak pemerintah daerah menyampaikan langkah konkret pemanfaatan gedung, sekaligus mendorong pemeriksaan ketat jika ada indikasi ketidaksesuaian pembangunan.

“Apakah kualitas pembangunannya benar-benar telah sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan? Ada dugaan tercium berbau korupsi,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut merupakan desakan pemeriksaan atas ketaatan spesifikasi, volume pekerjaan, dan proses pengadaan CV Kerinci Jayo pada proyek Disperindag Kerinci ini. Kini masyarakat menunggu jawaban resmi dan tindakan nyata dari Pemkab Kerinci. (**

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA