Hermendizal, Kepala Dinkes Kabupaten Kerinci. (Foto: Cuitan.id) KERINCI, Cuitan.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kerinci terus meningkatkan kewaspadaan penuh dalam menghadapi dampak kabut asap yang menyelimuti wilayah Kerinci saat ini.
Dimana Sepanjang 26 Agustus hingga 3 September 2026, Dinkes Kerinci telah mencatat total 357 kunjungan pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di seluruh puskesmas.
Tim Dinkes Kerinci terus merekap laporan harian dari setiap puskesmas guna mendeteksi dini tren gangguan pernapasan di tengah masyarakat.
Berdasarkan pantauan Dinkes, jumlah pasien mengalami fluktuasi setiap hari dan menyentuh angka tertinggi pada 2 September 2026 dengan lonjakan hingga 58 pasien dalam sehari.
Langkah Antisispasi dan Imbauan Resmi Kepala Dinkes Kerinci
Melihat penurunan kualitas udara yang memicu risiko gangguan kesehatan, Kepala Dinkes Kabupaten Kerinci, Hermendizal, bergerak cepat mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan.
Hermendizal meminta warga membatasi kegiatan di luar ruangan demi meminimalkan paparan asap yang masuk ke paru-paru.
“Kalau tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya kurangi aktivitas di luar rumah. Jika memang harus keluar, gunakan masker untuk mengurangi paparan asap yang masuk ke saluran pernapasan,” tegas Hermendizal.
Dinkes Prioritaskan Perlindungan Kelompok Rentan
Dalam penanganan dampak kabut asap ini, Dinkes Kerinci memberikan perhatian khusus kepada kelompok yang sangat rentan, seperti anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki riwayat gangguan pernapasan.
Dinkes Kerinci menginstruksikan masyarakat agar tidak mengabaikan keluhan kesehatan sekecil apa pun, seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, hingga sesak napas. Petugas medis di seluruh puskesmas siap melayani warga yang membutuhkan pemeriksaan dan perawatan medis secara cepat.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan, mengurangi paparan asap, memakai masker saat berada di luar rumah, dan segera mendatangi puskesmas jika mengalami keluhan kesehatan,” pesan Hermendizal.
Melalui pemantauan ketat di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, Dinkes Kerinci berkomitmen terus mengawal perkembangan kondisi kesehatan masyarakat hingga kualitas udara kembali normal. (**
Tidak ada komentar