Piala Dunia 2026 Hadirkan Aturan Jeda Minum, Langkah Penyelamatan atau Merusak Ritme?

waktu baca 2 menit
Rabu, 17 Jun 2026 06:00 6 admincuitan

Cuitan.id – FIFA mengambil langkah besar untuk menjaga keselamatan para aktor lapangan hijau di Piala Dunia 2026. Otoritas tertinggi sepak bola dunia ini resmi mengetuk palu bahwa seluruh 104 pertandingan akan memiliki waktu istirahat sejenak untuk minum (hydration break). Langkah ini merupakan respon langsung atas cuaca panas ekstrem yang membayangi turnamen akbar tersebut.

Nantinya, penonton akan melihat wasit menghentikan laga selama tiga menit di tengah-tengah setiap babak, tepatnya pada menit ke-22 dan menit ke-65. Kebijakan ini juga lahir dari hasil evaluasi FIFA saat menggelar Piala Dunia Antarklub di Amerika Serikat. Kala itu, para penggawa dan pelatih Chelsea mengeluhkan betapa menyiksanya bermain di bawah sengatan cuaca yang sangat terik.

Belajar dari Pengalaman Berdarah di Brasil

Aturan jeda minum ini sebenarnya bukan hal baru dalam sejarah sepak bola. FIFA pertama kali menerapkan kebijakan ini secara tidak resmi pada Piala Dunia 2014 di Brasil. Momen tersebut terjadi saat Amerika Serikat bersua Portugal di tengah kelembapan tinggi kota Manaus.

Melihat dampak positifnya, FIFA kemudian meresmikan jeda minum pertama saat Belanda menghadapi Meksiko di babak 16 besar di Fortaleza. Kala itu, suhu stadion melonjak drastis hingga menyentuh angka 39°C.

Sebelum turnamen di Brasil itu bergulir, pengadilan ketenagakerjaan setempat bahkan memaksa FIFA secara hukum untuk memberlakukan jeda minum jika indeks Wet-Bulb Globe Temperature (WBGT) menyentuh atau melewati 32°C. Sebagai informasi, WBGT merupakan alat ukur khusus yang mengombinasikan suhu udara, kelembapan, kecepatan angin, hingga radiasi matahari langsung.

Melalui indikator ini, FIFA ingin menjauhkan para pemain dari risiko fatal seperti heatstroke (sengatan panas) yang bisa mengancam nyawa, sekaligus memastikan performa pemain tetap maksimal demi tontonan yang berkualitas.

Sisi Lain Jeda Minum: Iklan TV hingga Taktik Mirip Basket

Meski bertujuan mulia untuk aspek medis, aturan ini memicu perdebatan sengit yang mempertemukan industri hiburan dan keselamatan atlet. Bagi stasiun televisi, jeda tiga menit ini menjadi ladang emas baru untuk menayangkan iklan.

Namun, keputusan menyisipkan iklan di tengah laga justru memicu amarah para pencinta sepak bola layar kaca karena merusak keseruan pertandingan.

Kritik juga datang dari pengamat yang menilai jeda ini mengubah pakem sepak bola. Mereka menganggap laga 2×45 menit kini seolah terbagi menjadi empat kuarter layaknya olahraga basket.

Namun bagi para peracik strategi, jeda tiga menit ini adalah berkah tersembunyi. Para pelatih kini memanfaatkan momen tersebut untuk memberikan instruksi taktik yang mendalam secara mendadak, meniru sistem timeout yang lazim di kompetisi NBA atau American Football. **

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA