Ilustrasi Menuju Lokasi Pelaksanaan Sholat Idul Adha. Cuitan.id – Hari Raya Idul Adha merupakan momen agung yang penuh keutamaan bagi umat Islam. Agar Anda bisa meraih pahala dan keberkahan secara maksimal, Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk menghidupkan berbagai amalan sunnah. Rangkaian amalan ini menjadi penyempurna yang indah sebelum Anda menyaksikan prosesi penyembelihan hewan kurban.
Salah satu perbedaan mencolok antara Idul Adha dan Idul Fitri terletak pada anjuran menahan makan. Syaikh Abu Bakr Jabir al-Jazairi dalam kitab Minhajul Muslim menjelaskan bahwa Rasulullah SAW selalu menahan diri untuk tidak makan pada hari Idul Adha sampai beliau kembali dari tempat salat.
Menjaga sunnah ini merupakan wujud ketundukan kita sebagai hamba terhadap syariat. Melansir dari berbagai sumber tepercaya seperti Bekal-Bekal di Dalam Menyambut Idul Adha karya Ustadz Abū Salmâ al-Atsarî dan Jurnal Wawasan As-Sunnah tentang Qurban, berikut adalah 11 sunnah Idul Adha yang bisa Anda amalkan dari bangun tidur sampai selesai salat Ied.
Meskipun tidak ada tuntunan salat khusus pada malam takbiran, para ulama sangat menganjurkan kita untuk menghidupkan malam Idul Adha dengan berbagai ibadah.
Rasulullah SAW memotivasi kita untuk mengisi malam hari raya dengan berzikir, berdoa, dan membaca Al-Qur’an. Beliau bersabda:
“Siapa pun yang menghidupkan malam dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha) dengan ibadah karena mengharap pahala Allah, maka hatinya tidak akan mati di hari semua hati mati.” (HR. Ibnu Majah).
Anda bisa mulai mengumandangkan takbiran sejak malam hari (setelah matahari terbenam) pada tanggal 10 Dzulhijjah hingga akhir Hari Tasyriq (13 Dzulhijjah). Syekh Wahbah az-Zuhaili menjelaskan bahwa takbir ini merupakan wujud syukur atas nikmat Allah.
Lantunkanlah takbir yang sesuai sunnah berikut:
Jangan lewatkan salat sunnah rawatib dan salat tahajud sebelum waktu Subuh tiba. Ibnu Rajab al-Hanbali menjelaskan bahwa ibadah malam memberikan energi spiritual yang prima, sehingga Anda lebih mudah mengingat Allah di siang hari.
Begitu fajar menyingsing, sambutlah Hari Raya Kurban dengan penuh suka cita melalui amalan-amalan fisik berikut:
Segarkan diri Anda dengan mandi sunnah sebelum berangkat salat. Syaikh Al-Albani mensahihkan hadis dari Ali bin Abi Thalib yang menyatakan bahwa mandi pada hari Idul Adha merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan.
Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk memakai pakaian terbaik yang mereka miliki pada hari raya. Para sahabat Nabi biasa memakai pakaian terbaik, bercelak, dan memakai minyak wangi sebagai bentuk penghormatan terhadap syiar Islam.
Berbeda dengan Idul Fitri, pastikan Anda tidak makan terlebih dahulu sebelum selesai salat Idul Adha. Sahabat Buraidah RA meriwayatkan bahwa Nabi SAW baru akan makan setelah kembali dari tempat salat, dan beliau langsung memakan daging dari hasil sembelihan kurbannya.
Jika jaraknya terjangkau dan tidak memberatkan, pilihlah untuk berjalan kaki menuju masjid atau lapangan tempat salat Ied. Langkah kaki ini mencerminkan sifat ketawadhuan (kerendahan hati) seorang muslim.
Sepanjang jalan menuju tempat salat, perbanyaklah membaca takbir, tahmid, dan tahlil. Khusus bagi laki-laki, lantunkan takbir dengan suara yang keras sebagai bentuk syiar agama, meniru kebiasaan sahabat Umar bin al-Khaththab.
Rasulullah SAW selalu membedakan rute jalan saat berangkat dan pulang salat Id. Trik ini memiliki hikmah yang indah, yaitu agar Anda bisa menyebarkan syiar Islam lebih luas dan menyapa lebih banyak orang.
Hukum melaksanakan salat Idul Adha adalah sunnah muakadah (sangat dianjurkan). Ibadah ini berlangsung tanpa azan dan iqamah, melainkan cukup dengan seruan “ash-shalâta jâmi‘ah”.
Niat Sebagai Makmum:Latin: Ushalli sunnatan li ‘îdil adh-hâ rak‘ataini ma’mûman lillâhi ta‘âlâ.Artinya: “Aku berniat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta‘âlâ.”
Niat Sebagai Imam:Latin: Ushalli sunnatan li ‘îdil adh-hâ rak‘ataini imâman lillâhi ta‘âlâ.Artinya: “Aku berniat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta‘âlâ.”
Rakaat Pertama (7 Kali Takbir): Di luar takbiratul ihram, imam akan memandu tujuh kali takbir tambahan. Di sela-sela takbir, bacalah pujian tasbih. Setelah itu, imam akan membaca surah Al-Fatihah dan surah pendek seperti Al-A‘lâ atau Qaf.
Rakaat Kedua (5 Kali Takbir): Setelah berdiri dari sujud (takbir intiqal), Anda akan mengikuti lima kali takbir tambahan. Di sela-sela takbir ini, bacalah kalimat thoyyibah:
Imam biasanya melanjutkan rakaat kedua dengan membaca surah Al-Ghâsyiyah.
Setelah salat selesai, tetaplah duduk tenang untuk mendengarkan khutbah. Syekh Wahbah Zuhaili menegaskan bahwa mendengarkan khutbah hukumnya sunnah, dan makruh hukumnya jika Anda berbicara atau melakukan aktivitas lain saat khatib sedang berkhutbah.
Mengapa kita harus bersusah payah menjaga sunnah-sunnah ini? Berikut adalah keuntungan spiritual yang akan Anda dapatkan:
Mendekatkan Diri Kepada Allah (Taqarrub): Setiap rutinitas pagi Anda—mulai dari mandi hingga menahan sarapan—berubah menjadi nilai ibadah yang mendekatkan jiwa kepada Sang Pencipta.
Meraih Pahala Berlipat Ganda: Allah SWT sangat mencintai amalan saleh yang hamba-Nya kerjakan pada tanggal 10 Dzulhijjah. Setiap zikir yang Anda ucapkan mengalirkan pahala yang sangat besar.
Menghidupkan Syiar Islam: Keputusan Anda mengambil jalan yang berbeda dan melantunkan takbiran secara lantang mampu menyebarkan atmosfer kebahagiaan dan persatuan umat ke seluruh lingkungan.
Meneladani Rasulullah dan Nabi Ibrahim AS: Mengikuti sunnah ini menjadi bukti cinta Anda kepada Rasulullah SAW serta bentuk penghormatan atas pengorbanan suci Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
Penyucian Jiwa: Bagi Anda yang berkurban, anjuran menahan diri untuk tidak memotong kuku dan rambut sejak 1 Dzulhijjah menyimpan fadhilah pembebasan diri dari api neraka. Serta, setiap tetesan darah hewan kurban Anda akan menjadi penggugur dosa-dosa yang lalu.
Mari kita hidupkan pagi Idul Adha nanti dengan penuh semangat dan sukacita sesuai tuntunan Nabi! Selamat menyambut Hari Raya Kurban. **
Tidak ada komentar