Waktu Mustajab! Ini Pilihan Doa Terbaik Antara Adzan dan Iqamah

waktu baca 4 menit
Rabu, 29 Apr 2026 12:00 7 admincuitan

Cuitan.id – Setiap hari, kita mendengar kumandang adzan sebagai ajakan untuk menyembah Sang Pencipta. Namun, tahukah Anda bahwa jeda singkat sebelum iqamah berkumandang menyimpan rahasia langit yang luar biasa? Rasulullah SAW menyebut waktu ini sebagai momen emas di mana doa hamba-Nya tidak akan tertolak.

Mengapa Waktu Ini Begitu Istimewa?

Dalam berbagai literatur Islam, adzan bukan sekadar penanda waktu, melainkan syiar mulia yang membuka pintu rahmat. Saat muadzin berseru, pintu-pintu langit terbuka lebar. Rasulullah SAW memberikan jaminan melalui sabdanya:

“Sesungguhnya doa yang tidak tertolak adalah doa di antara adzan dan iqamah, maka berdoalah (pada waktu itu).” (HR. Ahmad).

Para ulama, termasuk Imam Al-Mubarakfuri, menjelaskan bahwa “tidak tertolak” berarti Allah menjamin pengabulan doa tersebut, selama isinya bukan tentang keburukan atau memutus tali silaturahmi.

Apakah Ada Doa Khusus yang Wajib Dibaca?

Banyak umat Muslim bertanya-tanya mengenai lafal spesifik di waktu ini. Para ulama sepakat bahwa tidak ada satu doa kaku yang wajib Anda baca. Anda bebas menyampaikan segala keinginan, curhatan hati, hingga permohonan hajat dunia maupun akhirat secara umum.

Meski begitu, Rasulullah SAW memberikan tuntunan kepada para sahabat mengenai apa yang sebaiknya kita utamakan.

Pilihan Doa yang Dianjurkan Rasulullah SAW

Berikut adalah beberapa pilihan doa yang penuh makna dan keberkahan yang bisa Anda amalkan:

1. Memohon Keselamatan (Afiyah)

Doa ini adalah yang paling utama karena bersumber langsung dari jawaban Rasulullah SAW ketika para sahabat bertanya apa yang sebaiknya diucapkan.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

Latin: Allahumma inni as-alukal ‘aafiyata fid dunyaa wal aakhirati

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon keselamatan (kesehatan dan kesejahteraan) kepada-Mu di dunia dan di akhirat.”

Rasulullah SAW juga mengajarkan doa yang lebih lengkap:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي

Latin: Allahumma inni as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyata fi diinii wa dunyaaya wa ahlii wa maalii

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon ampunan dan keselamatan kepada-Mu dalam agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku.”

2. Doa Memohon Kebaikan Dunia dan Akhirat

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Latin: Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa ‘adzaaban naar

Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Al-Baqarah: 201)

3. Doa Berlindung dari Keburukan (Hadits dari Anas bin Malik)

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

Latin: Allahumma inni a’udzu bika minal hammi wal hazan, wa a’udzu bika minal ‘ajzi wal kasal, wa a’udzu bika minal jubni wal bukhl, wa a’udzu bika min ghalabatid daini wa qahrir rijaal

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa susah dan duka, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan kikir, serta dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia.” (HR. Al-Bukhari).

4. Doa Memohon Ketenangan Hati dan Kemudahan Urusan

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي، وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي، وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

Latin: Rabbisyrah lii shadrii, wa yassir lii amrii, wahlul ‘uqdatan min lisaanii yafqahuu qaulii

Artinya: “Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku.” (QS. Thaha: 25-28)

Doa Sesudah Iqamah

Setelah iqamah selesai dikumandangkan sebagai tanda bahwa shalat akan segera dimulai, terdapat doa yang dianjurkan untuk dibaca. Doa ini diriwayatkan dalam Kitab Risâlatul Mu‘âwanah wal Mudhâharah wal Muwâzarah karya Sayyid Abdullah bin Alawi al-Haddad (Dar Al-Hawi, 1994, hal. 94).

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآتِهِ سُؤْلَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Latin: Allahumma rabba hadzihi ad-da’wati at-tammati, wa ash-shalati al-qa-imati, shalli ‘ala sayyidinaa muhammadin wa aatihi su’lahu yaumal qiyaamah

Artinya: “Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini dan shalat yang didirikan, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan berikanlah kepadanya permintaannya di hari kiamat.”

Adab Berdoa di Antara Adzan dan Iqamah

Agar momen mustajab ini lebih maksimal, Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut:

  • Tetap Khusyuk: Gunakan waktu jeda untuk fokus, bukan untuk mengobrol atau bermain ponsel.

  • Siapkan Hati: Anggap waktu ini sebagai persiapan spiritual sebelum menghadap Allah dalam shalat.

  • Yakin Dikabulkan: Berdoalah dengan keyakinan penuh bahwa Allah Maha Mendengar.

Penutup: Doa Sesudah Iqamah

Sesaat setelah muadzin menyelesaikan iqamah dan sebelum imam memulai takbir, Anda juga bisa membaca doa singkat ini:

Allahumma rabba hadzihi ad-da’wati at-tammati, wa ash-shalati al-qa-imati, shalli ‘ala sayyidinaa muhammadin wa aatihi su’lahu yaumal qiyaamah.

Artinya: “Ya Allah, Tuhan pemilik seruan sempurna ini dan shalat yang didirikan, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan berikanlah permintaannya di hari kiamat.”

Mari kita manfaatkan menit-menit berharga ini. Jangan biarkan ia berlalu begitu saja, karena di sanalah kesempatan kita mengetuk pintu langit dengan segala harapan. **

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA