Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, berbicara pada acara peluncuran jersey baru yang akan digunakan oleh timnas Iran di Piala Dunia 2022, di Menara Milad di Teheran, pada 8 November 2022.(AFP/ATTA KENARE) LOS ANGELES, Cuitan.id – Skuad tim nasional Iran akhirnya menginjakkan kaki di Amerika Serikat untuk pertama kalinya dalam gelaran Piala Dunia 2026 pada Minggu (14/6/2026) waktu setempat. Menariknya, momen kedatangan Team Melli ini terjadi hanya beberapa saat sebelum pemerintah Iran dan Amerika Serikat mengumumkan kesepakatan damai yang bersejarah.
Pesawat Airbus A320 yang membawa rombongan mendarat di Bandara Internasional Los Angeles (LAX) pada pukul 16.11 waktu setempat (Senin, 15/6/2026 pukul 06.11 WIB). Mereka menempuh penerbangan singkat dari Tijuana, Meksiko, tempat timnas Iran menempa diri selama beberapa pekan terakhir.
Kini, fokus anak asuh Amir Ghalenoei langsung tertuju pada laga pembuka Grup G melawan Selandia Baru. Pertandingan tersebut bakal bergulir di Los Angeles Stadium pada Selasa (16/6/2026) pukul 08.00 WIB.
Begitu tiba di bandara, para pemain dan staf pelatih langsung menuju hotel tempat mereka menginap. Aparat kepolisian setempat menerapkan pengamanan yang sangat ketat di sekitar akomodasi tim. Petugas bahkan menutup sementara area trotoar dan memasang pembatas keamanan untuk mengantisipasi segala kemungkinan.
Pada malam harinya, pelatih Amir Ghalenoei bersama penyerang andalan Mehdi Taremi terjadwal menghadiri konferensi pers resmi menjelang laga esok hari.
Kehadiran timnas Iran di negeri Paman Sam ini langsung menyedot perhatian dunia karena berlangsung di tengah dinamika politik yang sensitif. Laga kontra Selandia Baru nanti menjadi pertandingan pertama Iran dalam Piala Dunia setelah konflik militer antara AS dan Iran pecah awal tahun ini.
Sebelumnya, timnas Iran terpaksa memindahkan pusat latihan mereka dari Arizona ke Meksiko pada akhir Mei lalu. Keputusan tersebut menyusul ketegangan militer yang melibatkan AS, Israel, dan Iran sejak Februari.
Namun, angin segar berembus tepat pada hari kedatangan skuad Iran di Los Angeles. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bersama Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, mengumumkan bahwa kedua pihak akan menandatangani kesepakatan damai resmi di Swiss pada Jumat mendatang. Pengumuman ini langsung meredakan ketegangan yang sempat membayangi partisipasi Iran di turnamen akbar ini.
Meski ada kabar damai, suasana di sekitar Los Angeles Stadium tetap diwarnai oleh aksi politik. Sejumlah demonstran berkumpul untuk menyuarakan tuntutan demokrasi di Iran dan melayangkan kritik terhadap pemerintah Teheran yang berkuasa.
Mereka membentangkan spanduk berisi pesan perubahan rezim dan memajang foto-foto atlet yang gugur setelah mendapat penahanan dari pemerintah Iran.
Mojgan Ramezani (56), seorang warga Amerika keturunan Iran, mengungkapkan rasa prihatinnya terhadap kondisi hak asasi manusia di tanah kelahirannya. Sementara itu, warga lainnya, Hassan Haddadi, berharap masyarakat internasional tidak tinggal diam. Ia mendesak dunia Barat melakukan aksi nyata yang lebih tegas daripada sekadar melayangkan kecaman.
Sebelum bertolak ke Los Angeles, timnas Iran membawa modal semangat yang besar dari para pendukung mereka di Tijuana, Meksiko. Ratusan suporter memadati area hotel, meneriakkan yel-yel penyemangat, bahkan menyanyikan lagu persaudaraan dalam bahasa Spanyol yang hangat untuk melepas keberangkatan bus tim. Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, turut menyaksikan momen penuh haru tersebut.
Kini, atmosfer hangat itu tampaknya akan berlanjut di Amerika Serikat. Los Angeles terkenal sebagai rumah bagi diaspora Iran terbesar di luar negeri, hingga wilayah ini mendapat julukan populer “Tehrangeles”. Kehadiran puluhan ribu warga keturunan Iran di kota ini menjanjikan dukungan luar biasa bagi Team Melli saat berlaga di stadion nanti.
Piala Dunia 2026 pun resmi mencatat sejarah baru sejak turnamen ini bergulir pada tahun 1930. Ini menjadi momen pertama sebuah negara tuan rumah menyambut hangat kedatangan timnas dari negara yang sedang terlibat konflik langsung dengannya. Di atas semua dinamika politik tersebut, para penggawa Iran kini memilih fokus penuh ke atas rumput hijau demi meraih hasil positif di laga perdana. **
Tidak ada komentar