Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/gan chaonan) JAKARTA, Cuitan.id — Pencarian terhadap Alvaro Kiano Nugroho (6), bocah asal Pesanggrahan, Jakarta Selatan, masih terus dilakukan pihak kepolisian. Alvaro dilaporkan hilang sejak Kamis, 6 Maret 2025, ketika ia pergi mengaji ke masjid dekat rumahnya menjelang waktu magrib. Sudah delapan bulan berlalu, namun keberadaan Alvaro belum ditemukan.
Ibunda Alvaro, Arumi, langsung melakukan pencarian di sekitar lingkungan rumah saat putranya tak kunjung kembali. Laporan resmi pun dibuat ke pihak kepolisian, disertai upaya Arumi mencari informasi lewat media sosial.
Kapolsek Pesanggrahan, AKP Seala Syah Alam, menyampaikan bahwa penyelidikan hilangnya Alvaro dilakukan secara intensif. Polisi dari berbagai unit kini tergabung dalam sebuah tim khusus.
“Kami dari Unit Reskrim Polsek Pesanggrahan, Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, dan Resmob Polda Metro Jaya bekerja sama secara intens. Setiap informasi yang masuk selalu kami tindak lanjuti,” ujar Seala, Sabtu (15/11).
Seala juga meminta keluarga Alvaro agar segera melapor jika ada pihak tidak dikenal yang mengaku mengetahui lokasi Alvaro lalu meminta uang tebusan. Beberapa kali keluarga, terutama sang kakek, sempat menjadi korban penipuan.
“Kami imbau keluarga untuk tidak mudah terpancing. Sampaikan kepada kami agar dapat kami dalami,” tegasnya.
Pencarian polisi telah dilakukan hingga berbagai wilayah, termasuk Pandeglang (Banten) dan Pelabuhan Ratu (Sukabumi).
Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Dwi Manggalayuda, mengungkap adanya kesaksian baru dari seorang marbot masjid. Marbot tersebut mengaku sempat didatangi seorang pria misterius yang menanyakan keberadaan Alvaro.
“Saksi marbot melihat terduga pelaku yang menanyakan tentang Alvaro. Setelah kejadian itu, orang tersebut menghilang dan kini masih dalam pencarian,” kata Dwi (14/11).
Ciri-Ciri Pria Misterius yang Dicari Polisi
Menurut marbot, pria misterius itu memiliki ciri fisik yang disebut mirip dengan ayah Alvaro:
Karena kemiripan tersebut, marbot awalnya tidak merasa curiga terhadap orang itu.
Polisi hingga kini belum dapat memastikan apakah kasus ini berkaitan dengan penculikan. Minimnya CCTV di sekitar lokasi turut menjadi kendala dalam proses penyelidikan.
“Kami masih mendalami dugaan penculikan dan terus mencari saksi-saksi lain,” ujar Dwi.
Hingga saat ini, kasus hilangnya Alvaro masih menjadi perhatian publik. Tim gabungan kepolisian terus memperluas pencarian dan menelusuri berbagai laporan yang masuk.
Masyarakat diimbau membantu penyelidikan dengan memberikan informasi valid dan menghindari menyebarkan kabar yang belum terverifikasi. ***
Tidak ada komentar