Krisis Insulin di Pengungsian, Anak Diabetes Terancam Koma

waktu baca 2 menit
Selasa, 23 Des 2025 12:00 42 admincuitan

JAKARTA, Cuitan.id – Keterbatasan obat-obatan di daerah pengungsian pasca bencana kini mulai berdampak serius bagi anak-anak dengan penyakit kronis. Salah satu obat yang paling sulit diperoleh adalah insulin, yang sangat penting bagi anak dengan diabetes melitus tipe 1.

Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Piprim Basarah Yanuarso, SpA, Subsp. Kardio(K), menekankan pentingnya pemberian insulin rutin. Tanpa pasokan yang cukup, kondisi anak dapat memburuk secara cepat dan berisiko mengalami koma ketoasidosis diabetik.

“Kalau stok insulin terbatas, anak bisa mengalami koma. Koma ketoasidosis diabetik ini sangat berbahaya,” ujar dr. Piprim dalam wawancara di gedung IDAI, Senin (22/12/2025).

IDAI menekankan bahwa anak dengan penyakit kronis membutuhkan rujukan medis cepat ke rumah sakit dengan fasilitas memadai. Akses transportasi, termasuk helikopter, menjadi kunci agar pasien bisa segera ditangani dan risiko kematian dapat dicegah.

Selain insulin, distribusi obat rutin untuk anak dengan penyakit kronis di wilayah terdampak bencana masih menjadi tantangan besar. Terhambatnya suplai obat dapat memicu kondisi darurat bahkan kematian bagi pasien yang sebelumnya stabil.

“Anak-anak dengan penyakit kronik yang membutuhkan obat khusus, ketika support obatnya terhambat, itu bisa berujung kegawatan bahkan kematian,” tambah dr. Piprim.

IDAI mendorong pemerintah dan lembaga kemanusiaan untuk segera memulihkan distribusi obat serta akses transportasi di daerah bencana, demi keselamatan anak-anak yang membutuhkan perawatan medis rutin. ***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA