Kontroversi Cucun soal Ahli Gizi, BGN Klarifikasi MBG

waktu baca 2 menit
Rabu, 19 Nov 2025 07:00 21 admincuitan

JAKARTA, Cuitan.id – Pernyataan Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, yang menyinggung profesi ahli gizi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), menuai kritik luas. Dalam sebuah video yang viral, Cucun menyebut bahwa program MBG “tidak perlu ahli gizi”. Menyadari kontroversi yang timbul, Cucun kemudian menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya.

Menanggapi polemik tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Prof. Dadan Hindayana, menegaskan bahwa MBG sejak awal memang dirancang melibatkan tenaga profesional yang memiliki kompetensi di bidang gizi.

“Program ini untuk melibatkan pihak yang memahami gizi. Pada tahap awal sarjana gizi menjadi pihak yang utamanya dilibatkan. Setiap SPPG dirancang untuk melibatkan sarjana gizi dan lulusan vokasi gizi,” jelas Dadan saat dihubungi detikcom, Senin (17/11/2025).

Keberadaan ahli gizi tidak pernah dihilangkan dalam struktur program, apalagi untuk memastikan makanan yang disajikan sesuai kebutuhan nutrisi anak-anak penerima manfaat.

BGN mengungkapkan, setelah program MBG berjalan, kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) meningkat jauh lebih cepat dibandingkan jumlah sarjana gizi yang tersedia di berbagai daerah.

Situasi ini membuat BGN membuka peluang bagi profesi lain yang masih memiliki kompetensi dalam pengolahan dan pemahaman dasar gizi, seperti:

  • Sarjana Kesehatan Masyarakat
  • Sarjana Teknologi Pangan
  • Ahli Pengolahan Makanan

“Perluasan ini bukan berarti mengganti peran ahli gizi, melainkan upaya adaptasi sementara untuk memastikan program tetap berjalan tanpa mengorbankan kualitas,” tambah Dadan.

BGN memastikan bahwa standar gizi dalam program MBG tetap mengacu pada pedoman profesional yang digunakan oleh ahli gizi. Tenaga pendukung dari rumpun keilmuan terkait akan mendapatkan arahan, supervisi, dan pelatihan sesuai kebutuhan.

Koordinasi dengan organisasi profesi seperti Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) juga tetap berjalan untuk menjaga kualitas pelaksanaan program.

Meski pernyataan Cucun menimbulkan polemik, BGN berharap klarifikasi ini bisa menjadi momentum untuk memberi edukasi kepada publik mengenai pentingnya kompetensi gizi dalam program sebesar MBG.

Program MBG sendiri menargetkan jutaan anak sebagai penerima manfaat, sehingga kualitas tenaga pelaksana tidak boleh diabaikan. ***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA