Bupati Monadi Launching QR Code Kotak Amal Kerinci Terintegrasi. KERINCI, Cuitan.id – Pemerintah Kabupaten Kerinci membawa kabar segar untuk dunia sosial dan keagamaan. Bupati Kerinci, Monadi, resmi meluncurkan program QR Code Kotak Amal Terintegrasi Kabupaten Kerinci 2026 di Ruang Pola Kantor Bupati Kerinci pada Jumat (29/5/2026).
Langkah berani ini menjadi bukti nyata bahwa Kerinci siap menyongsong era digital sekaligus menjaga transparansi dana umat.
Acara ini berlangsung meriah dengan kehadiran Wakil Bupati Kerinci H. Murison, Ketua DPRD Irwandri, Dandim 0417 Kerinci Letkol Inf. Eko Siswanto, dan Sekda Kerinci Zainal Efendi. Para staf ahli, asisten Setda, kepala OPD, tokoh agama, hingga pengurus masjid dan mushalla turut memadati ruangan.
Menariknya, AKP Sudiro, S.Pd.I., M.H (Danit Idensos Cegah Satgaswil Jambi Densus 88 Anti Teror Polri) juga hadir langsung menyaksikan inovasi ini.
Dalam sambutannya, Bupati Monadi mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang sukses mewujudkan sistem digital ini. Beliau menilai, teknologi hari ini harus membawa dampak positif bagi kehidupan spiritual masyarakat, bukan cuma untuk urusan bisnis atau pemerintahan.
“Kita semua butuh digitalisasi di hampir seluruh aspek kehidupan. Teknologi hadir untuk memberi manfaat nyata bagi kehidupan sosial dan keagamaan kita,” ujar Monadi dengan penuh semangat.
Bupati menegaskan bahwa inovasi QR Code ini adalah cara pemerintah daerah memodernisasi pelayanan umat. Masyarakat modern yang sudah terbiasa dengan transaksi nontunai (cashless) kini bisa berinfak dengan lebih praktis.
Monadi merinci tiga tujuan utama dari sistem QR Code ini:
Praktis: Membantu masyarakat menyalurkan infak dan sedekah kapan saja tanpa repot mencari uang tunai.
Transparan: Meningkatkan akuntabilitas publik dalam pengelolaan dana umat.
Menarik Anak Muda: Membakar semangat generasi milenial dan Gen Z yang akrab dengan gadget untuk rajin berbagi.
Inovasi ini juga memanen pujian dari aparat penegak hukum. AKP Sudiro dari Densus 88 Anti Teror Polri menilai, digitalisasi kotak amal ini merupakan langkah cerdas untuk membangun budaya sosial yang bertanggung jawab.
Menurut Sudiro, transparansi digital seperti ini akan mendongkrak kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana rumah ibadah. Beliau sangat mengagumi sinergi kuat antara pemerintah daerah dan masyarakat Kerinci yang berhasil menciptakan sistem yang aman dan akuntabel.
Bupati Monadi mengingatkan bahwa kemajuan teknologi justru harus mempertebal iman dan rasa kemanusiaan.
“Teknologi bukan menjauhkan manusia dari nilai spiritual. Justru, teknologi menjadi alat untuk memperkuat kepedulian sosial kita,” tegas Monadi.
Beliau mengajak seluruh pengurus masjid, mushalla, dan lembaga sosial di Kerinci untuk segera menerapkan sistem ini. Monadi berharap pengelolaan dana umat berjalan lebih profesional demi mendukung kegiatan sosial dan pendidikan di Kerinci.
“Kemajuan daerah kita bukan cuma urusan gedung atau jalanan fisik, melainkan seberapa besar kepedulian sosial dan kuatnya nilai agama di hati masyarakat,” tambahnya.
Sambil mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim”, Bupati Monadi meresmikan Legalitas Digitalisasi Kotak Amal Lingkup Kabupaten Kerinci. Gerakan ini siap membawa berkah baru bagi seluruh masyarakat Kerinci melalui sedekah yang modern dan transparan. **
Tidak ada komentar