Kenzie Alfarezi Hilang di Jambi, Orang Rimba Bukan Terkait

waktu baca 3 menit
Sabtu, 15 Nov 2025 20:00 586 admincuitan

JAMBI, Cuitan.id – Beredar kabar di media sosial yang mengaitkan Kenzie Alfarezi, bocah berusia 3 tahun yang hilang di Bungo, Jambi, dengan anak dari Suku Anak Dalam (SAD) atau Orang Rimba. Kabar ini langsung menjadi perbincangan publik, namun dibantah tegas oleh Tumenggung Sikar, kakek dari anak-anak yang dikaitkan dengan isu tersebut.

Kejadian ini mencuat pasca-kasus Bilqis, balita asal Makassar, Sulawesi Selatan, yang ditemukan di permukiman Orang Rimba kelompok Tumenggung Sikar.

Tumenggung Sikar menjelaskan, dua anak yang dikaitkan dengan isu ini, yakni Bimo dan Kenan, adalah cucunya sendiri yang lahir dan tumbuh di lingkungan komunitas adat Orang Rimba.

“Sudah aman dua hari, ada pula informasi tidak jelas yang menyamakan cucu saya dengan anak yang hilang di Dusun Danau, Bungo. Waktu hilang umur dua tahun, sekarang sudah enam tahun. Cucu saya baru dua tahun. Di situlah konfliknya,” kata Sikar kepada detikSumbagsel, Jumat (14/11/2025).

Pihak kepolisian dari Polres Merangin dan Polres Bungo telah mendatangi kelompok Tumenggung Sikar untuk meluruskan informasi tersebut. Mereka memastikan anak-anak itu memang asli dari komunitas Orang Rimba, dan bukan Kenzie.

Bimo adalah anak dari pasangan Bujang Kecik dan Dewi Atus, sementara Kenan lahir dari pasangan Bujang Abang dan Lisa Gerik. Status mereka telah dibuktikan dengan kartu keluarga dan akta kelahiran.

“Kalau terjadi lagi tuduhan tidak benar terhadap cucu saya, saya akan menuntut secara hukum adat. Tuduhan itu sama dengan penculikan,” tegas Sikar.

Oki, guru pendamping anak-anak Orang Rimba kelompok Tumenggung Sikar, menegaskan keterlibatannya dalam mendidik Bujang dan Dewi sejak 2016. Selain mengajar di kelas nonformal, Oki membantu komunitas Orang Rimba dalam mengurus administrasi resmi negara, seperti KTP dan kartu keluarga.

“Setiap ada kelahiran anak, saya ikut membantu proses pembuatan KK. Saya tahu Bujang dan Dewi karena mereka murid saya, jadi sampai mereka punya anak saya juga tahu,” ujarnya.

Tumenggung Jon juga menyoroti isu hilangnya Kenzie yang dikaitkan dengan anak Orang Rimba. Ia meminta siapa pun yang menuduh untuk datang dan membuktikan tuduhan mereka. Jika terbukti salah, pelaku akan dikenakan hukuman adat.

“Siapa pun dari netizen yang menuduh itu saya tunggu di sini. Kalau salah, kita hukum dengan hukum adat kita,” katanya.

Kenzie Alfarezi dilaporkan hilang pada 1 September 2022, di depan rumahnya di Dusun Pasar Danau, Kecamatan Pelepat Ilir, Kabupaten Bungo, Jambi. Saat itu, Kenzie sedang bermain di halaman rumah, sedangkan ibunya, Firda, tengah berjualan di warung depan rumah.

“Ya, cuma lengah sebentar saja, terus langsung hilang,” ujar Firda, Rabu (12/11/2025).

Firda menambahkan, ada seorang saksi yang melihat Kenzie dibawa seseorang dengan sepeda motor. Namun, saksi mengira orang tersebut adalah keluarga sehingga tidak menaruh curiga.

Keluarga Kenzie hingga kini masih menunggu titik terang dari pihak kepolisian terkait kasus hilangnya anak mereka. ***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA