Kapan Boleh Potong Kuku Sebelum Kurban Idul Adha 2026. Cuitan.id – Mendekati Hari Raya Idul Adha 2026, umat Muslim mulai mempersiapkan diri untuk ibadah kurban. Salah satu pembahasan yang sering muncul adalah aturan mengenai larangan memotong kuku dan rambut bagi orang yang hendak berkurban (shohibul qurban).
Menariknya, sebagian besar masyarakat masih keliru memahami aturan ini. Banyak yang mengira kelonggaran mencukur rambut atau memotong kuku langsung berlaku begitu shalat Idul Adha selesai. Padahal, penentu utamanya bukan waktu shalat Id.
Agar ibadah kurban Anda berjalan sempurna, yuk pahami bersama kapan waktu pelarangan ini mulai berlaku dan kapan Anda boleh membersihkan diri kembali.
Mayoritas ulama sepakat bahwa larangan ini mulai berlaku sejak memasuki malam pertama bulan Zulhijah, atau tepat setelah matahari terbenam di akhir bulan Zulkaidah.
Catatan Penting: Jika Anda sudah memantapkan niat untuk berkurban, Anda sebaiknya menjaga rambut dan kuku tetap utuh sejak tanggal 1 Zulhijah sampai hewan kurban Anda benar-benar rebah dan selesai disembelih.
Namun, bagaimana jika Anda baru berniat berkurban di tengah jalan, misalnya pada tanggal 3 Zulhijah? Larangan tersebut otomatis berlaku sejak detik Anda memantapkan niat, bukan mundur ke awal bulan.
Beberapa ulama juga memberikan keringanan jika ada kondisi darurat. Misalkan, kuku Anda pecah dan melukai jari, atau rambut Anda sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Pada kondisi ini, Anda boleh memotongnya demi kenyamanan. Namun, jika situasi aman, menahan diri tetap menjadi pilihan terbaik demi mengikuti sunnah Rasulullah SAW.
Aturan dari mayoritas ulama sangat jelas: pembatasan ini berakhir setelah hewan kurban milik Anda selesai disembelih.
Artinya, patokan utamanya adalah nyawa hewan kurban tersebut, bukan selesainya khutbah shalat Id. Jika panitia menyembelih hewan kurban Anda pada hari Tasyrik (11, 12, atau 13 Zulhijah), Anda harus sabar menunggu hingga proses penyembelihan tersebut selesai.
Oleh karena itu, jika Anda menitipkan hewan kurban ke lembaga atau panitia masjid, pastikan Anda memantau jadwal jagal mereka agar Anda tidak salah menghitung waktu.
Berdasarkan kalender hijriah saat ini, berikut adalah perkiraan lini masa yang bisa Anda jadikan panduan:
| Aktivitas | Estimasi Tanggal |
| Mulai Larangan | Minggu malam, 17 Mei 2026 (Masuk 1 Zulhijah 1447 H) |
| Hari Raya Idul Adha | Rabu, 27 Mei 2026 |
| Batas Akhir Maksimal (Hari Tasyrik terakhir) | Sabtu, 30 Mei 2026 |
Umat Islam menerapkan anjuran ini berdasarkan hadis sahih riwayat Imam Muslim. Rasulullah SAW bersabda:
“Apabila telah masuk sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dan salah seorang dari kalian ingin berkurban, maka janganlah ia memotong rambut dan kukunya sedikit pun sampai ia menyembelih kurbannya.” (HR. Muslim)
Mengenai hukumnya, para ulama memiliki sedikit perbedaan pandangan:
Imam Nawawi (Mazhab Syafi’i): Menilai aturan ini sebagai sunnah muakkadah (sangat dianjurkan). Anda tidak berdosa jika melanggarnya, namun Anda kehilangan pahala kesempurnaan sunnah.
Mazhab Hanbali: Memandang larangan ini bersifat wajib, sehingga menganggap aktivitas mencukur sebelum kurban sebagai perbuatan dosa.
Ulama Kontemporer (seperti Syekh Bin Baz): Menegaskan bahwa aturan ini hanya mengikat orang yang mengeluarkan uang untuk berkurban (shohibul qurban), bukan anggota keluarganya yang lain.
Aturan ini bukan sekadar ritual tanpa makna. Para ulama melihat ada hikmah spiritual yang mendalam di baliknya:
Melatih Kedisiplinan Spiritual: Aturan ini melatih seorang Muslim untuk patuh pada detail-detail kecil perintah agama.
Solidaritas dengan Jemaah Haji: Kondisi membiarkan rambut dan kuku ini menyerupai keadaan jemaah haji yang sedang mengenakan kain ihram di tanah suci. Kita ikut merasakan getaran ibadah mereka.
Simbol Totalitas Menghamba: Ibadah kurban mengajarkan kita cara mengendalikan ego dan keinginan fisik demi mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dengan memahami garis waktu dan esensi aturan ini, semoga ibadah kurban kita semua pada tahun ini menjadi lebih bermakna dan bernilai pahala sempurna di sisi-Nya. Selamat mempersiapkan ibadah kurban! **
Tidak ada komentar