Hesti Haris Kenalkan Metode 30 Menit Berantas Buta Aksara Al-Qur’an

waktu baca 2 menit
Jumat, 19 Des 2025 15:00 144 admincuitan

SUNGAI PENUH, Cuitan.id – Pemerintah Provinsi Jambi terus memperkuat komitmennya dalam memberantas buta aksara Al-Qur’an melalui pelaksanaan Training of Trainer (ToT) Calon Mu’allim Metode 30 Menit Bisa Membaca Al-Qur’an. Kegiatan ini diikuti peserta dari Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci, bertempat di Aula Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Kamis (18/12/2025).

Pelatihan ini bertujuan menyiapkan tenaga pendidik dan pelatih Al-Qur’an yang kompeten untuk membimbing peserta didik di jenjang SMA/SMK, MA/MTs, Pendidikan Layanan Khusus (PLB), serta masyarakat umum di tingkat kecamatan. Dengan metode pembelajaran yang praktis dan menyenangkan, diharapkan proses pembinaan baca tulis Al-Qur’an dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Ketua TP-PKK Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar Haris, menyampaikan bahwa metode cepat membaca Al-Qur’an ini telah terbukti memberikan dampak positif di tengah masyarakat. Banyak peserta yang sebelumnya merasa takut dan kurang percaya diri membaca Al-Qur’an, kini berangsur menjadi lebih berani dan termotivasi.

“Alhamdulillah, metode ini telah membantu banyak masyarakat. Dengan dukungan APBD melalui Biro Kesra serta sinergi PKK dan Kementerian Agama, kami ingin menghadirkan pembelajaran Al-Qur’an yang mudah, ramah, dan menyenangkan untuk semua kalangan,” ujarnya.

Ia menegaskan, pendekatan pembelajaran keagamaan di era saat ini harus mengedepankan metode persuasif dan humanis. Metode 30 menit dirancang agar proses belajar tidak terasa berat, sehingga mampu menumbuhkan minat serta semangat belajar Al-Qur’an secara alami.

Lebih lanjut, Hj. Hesnidar Haris menyebutkan bahwa ke depan gerakan ini akan diperkuat dengan Surat Keputusan (SK) Gubernur yang tengah dipersiapkan. Langkah tersebut dilakukan agar program memiliki landasan hukum yang jelas serta dampak yang terukur.

“Kami ingin gerakan ini benar-benar mengakar. Jika belajar Al-Qur’an dibuat menyenangkan, maka masyarakat akan dengan sukarela dan antusias untuk mengikutinya,” jelasnya.

Kegiatan ToT ini turut dihadiri jajaran Kanwil Kemenag Provinsi Jambi, Kemenag kabupaten/kota, Dharma Wanita Kemenag, serta pengurus TP-PKK Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci. Seluruh pihak menyatakan dukungan penuh terhadap gerakan pemberantasan buta aksara Al-Qur’an di Provinsi Jambi.

“Ini bukan sekadar program seremonial, melainkan tanggung jawab bersama untuk membangun masyarakat yang religius dan berkarakter,” pungkas Hj. Hesnidar Haris.

Gerakan ini menjadi bukti nyata keseriusan Pemerintah Provinsi Jambi dalam memperkuat literasi keagamaan serta menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan. ***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA