Edit Foto Pocong Pakai AI, Pemuda Bangko Nyaris Diamuk Massa

waktu baca 3 menit
Sabtu, 30 Mei 2026 11:00 3 admincuitan

MERANGIN, Cuitan.id — Jagat media sosial dan warga Lingkungan Bangko Tinggi, Kelurahan Dusun Bangko, Kabupaten Merangin, mendadak gempar pada Kamis (29/5) malam.

Seorang pemuda berinisial AF (21) hampir menjadi sasaran amarah warga yang telanjur emosi. Pasalnya, aksi iseng AF mengedit foto pocong menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) memicu kepanikan luar biasa di tengah masyarakat.

Niat Iseng yang Berujung Petaka

Cerita bermula saat AF ingin menakut-nakuti kakak kandungnya sendiri, NA (22). AF merekayasa foto halaman rumah kontrakan mereka dengan menambahkan sosok pocong buatan AI. Ia kemudian mengirimkan foto menyeramkan tersebut kepada NA lewat pesan WhatsApp.

“Jangan pulang malam lagi, pocong sudah sampai depan rumah,” tulis AF dalam pesannya.

NA yang seketika ketakutan langsung meneruskan foto tersebut ke tetangga rumah dan meminta warga mengaktifkan ronda malam. Tanpa butuh waktu lama, foto editan itu menyebar cepat ke berbagai grup WhatsApp warga Bangko Tinggi hingga memicu kepanikan masal.

Suasana Sensitif dan Isu “Pocong Begal”

Situasi semakin memanas karena warga setempat masih dalam suasana duka setelah kepergian salah satu warga beberapa hari lalu. Ditambah lagi, masyarakat memang sedang resah dengan isu “pocong begal” yang marak beredar.

Dessy, seorang warga setempat, menceritakan bahwa NA bekerja di sebuah gerai ayam goreng dan memang sering pulang larut malam. Sementara AF adalah mahasiswa kuliah di Padang yang sedang pulang kampung karena libur kuliah.

“Awalnya cuma mau menakuti NA, tapi keisengan itu malah bikin heboh. Apalagi sekarang isu pocong begal lagi ramai. Ditambah lagi ada musibah kematian warga baru-baru ini. Kondisi psikologis warga yang sensitif membuat semua orang marah,” ungkap Dessy.

Puluhan Warga Datangi Rumah Kontrakan

Puluhan warga yang resah akhirnya mengalir mendatangi rumah kontrakan NA untuk meminta penjelasan. NA yang kebingungan tidak bisa memastikan keaslian foto karena sang adik sedang berada di luar rumah. Warga pun mendesak NA agar menyuruh AF segera pulang.

Saat AF tiba di lokasi, ratusan massa yang emosional sudah mengepung rumah tersebut. Beruntung, seorang anggota kepolisian bernama Bripka Fajar Harendo sedang melintas di dekat lokasi. Ia langsung turun tangan dan menginterogasi AF di tempat atas permintaan warga.

Di hadapan petugas dan warga, AF akhirnya mengaku bahwa foto pocong itu hanyalah hasil rekayasa digital aplikasi AI. Ia berdalih hanya ingin memberi pelajaran agar kakaknya tidak lagi pulang larut malam.

Polisi Amankan Pelaku dari Amukan Massa

Mendengar pengakuan AF, emosi warga yang merasa kena prank langsung memuncak. Massa yang geram nyaris menghakimi pemuda tersebut.

Melihat situasi yang mulai tidak terkendali, Bripka Fajar segera mengontak Mapolres Merangin untuk meminta bantuan personel. Tak lama kemudian, Tim Polres Merangin tiba di lokasi dan langsung mengevakuasi AF bersama kakaknya demi keselamatan mereka.

Ahmad Khoiruddin AS, Kadis Komunikasi dan Informatika Kabupaten Merangin, mengimbau masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial.

“Jangan menyebarkan kebohongan atau hoax, tayangan yang menakut-nakuti, atau konten yang merugikan orang lain serta diri sendiri. Semoga ini menjadi pelajaran berharga untuk kita semua,” tegas Ahmad.

Polres Merangin Jaga Kondusivitas

Polres Merangin bergerak cepat meredam keresahan masyarakat terkait teror pocong viral ini. Kerja sama yang baik antara warga dan polisi berhasil mengamankan pelaku sebelum terjadi aksi main hakim sendiri. Kini, situasi kamtibmas di Bangko Tinggi sudah kembali aman dan kondusif.

Kasi Humas Polres Merangin, Iptu Sakirman, juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai konten yang belum jelas kebenarannya.

“Gunakan media sosial dengan bijak dan jangan mudah percaya dengan berita yang belum tentu benar. Pastikan dulu sumber informasinya sebelum membagikan ke orang lain agar tidak memicu keresahan,” pungkas Iptu Sakirman. **

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA