Aksi warga menanam pohon pisang di jalan Lubuk Suli. KERINCI, Cuitan.id – Aksi protes kreatif warga Desa Lubuk Suli, Kecamatan Depati Tujuh, Kabupaten Kerinci, yang sempat menanam pohon pisang di tengah jalan rusak beberapa waktu lalu, berbuah manis.
Pemerintah Kabupaten Kerinci melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) merespons cepat situasi tersebut dengan menambah anggaran perbaikan ruas Jalan Belui–Koto Lanang secara signifikan.
Sebelumnya, pemerintah hanya mengalokasikan dana sekitar Rp800 juta. Namun, lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2026, nilai tersebut mendadak melonjak menjadi Rp1,5 miliar.
Penambahan sekitar Rp700 juta ini langsung menjadi angin segar bagi masyarakat Desa Lubuk Suli, Belui, dan Koto Lanang yang selama ini mengeluhkan kondisi infrastruktur jalan yang memprihatinkan.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kerinci, Ir. Maya Novefry Handayani, S.T., membenarkan adanya kucuran dana tambahan tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah selalu berupaya mendengarkan aspirasi warga, meskipun proses realisasinya tetap harus memperhitungkan ketersediaan anggaran daerah.
“Iya, anggaran sebelumnya kami tambahkan di APBD-P. Jalan yang perlu penanganan seluruhnya menjadi prioritas daerah, tetapi kembali lagi pada kemampuan keuangan daerah,” ujar Maya Novefry Handayani saat memberikan keterangan.
Pernyataan senada juga disampaikan oleh Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Kerinci, Ir. Frans Mellas Pratama, S.T., M.T. Menurutnya, tambahan anggaran ini menuntut tim teknis untuk segera bergerak cepat menyesuaikan dokumen perencanaan agar proyek dapat segera dilelang dan dikerjakan.
“Alhamdulillah, kita Kabupaten Kerinci mendapat anggaran tambahan. Tentunya proses perencanaan harus diulang. Ini yang harus kita kebut,” jelas Frans Mellas Pratama.
Frans memastikan bahwa timnya menargetkan alat berat dan pekerjaan fisik di lapangan mulai berjalan pada akhir Oktober 2026, asalkan seluruh tahapan administrasi berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Langkah cepat pemerintah daerah ini pun mendapat apresiasi luas, salah satunya dari pimpinan DPRD Kabupaten Kerinci dari Fraksi Partai NasDem, dr. Surmila Apri Yulisa. Ia meminta masyarakat untuk tetap tenang dan bersabar karena proses administrasi pembangunan membutuhkan tahapan teknis yang cermat.
“Ada proses dan tahapan yang sedang dilakukan, jadi sabar. Akan dikerjakan di tahun ini. Alhamdulillah, dan terima kasih. Ini harapan masyarakat,” ungkap dr. Surmila Apri Yulisa mengapresiasi komitmen pemerintah.
Bagi warga setempat, jalan bukan sekadar jalur penghubung, melainkan urat nadi utama untuk menunjang aktivitas ekonomi, sektor pertanian, pendidikan, hingga mobilitas kesehatan sehari-hari.
Dengan kucuran dana Rp1,5 miliar ini, masyarakat sangat berharap Dinas PUPR Kerinci mampu memaksimalkan kualitas pekerjaan konstruksi agar jalan tahan lama dan tidak mudah rusak kembali.
Kini, seluruh mata tertuju pada langkah konkret Dinas PUPR Kerinci untuk menepati janji realisasi fisik pada penghujung bulan Oktober 2026 mendatang. (**
Tidak ada komentar