Waspadai demam reumatik pada anak. Ketahui penyebab, gejala, dan cara mencegahnya agar tidak berujung penyakit jantung reumatik.(Shutterstock/winnievinzence) Cuitan.id – Demam reumatik atau rematik pada anak bisa muncul setelah mengalami radang tenggorok. Kondisi ini terjadi akibat reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi bakteri Streptococcus Grup A.
Menurut dr. Rizky Adriansyah, dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Umum Haji Medan, “Infeksinya awalnya di tenggorok oleh kuman Streptococcus Grup A. Kemudian sistem imun mengingat infeksi tersebut, yang menjadi pemicu terjadinya radang.”
Reaksi ini umumnya muncul satu sampai lima minggu setelah anak mengalami radang tenggorok.
Penyebab utama demam reumatik adalah infeksi tenggorok yang tidak diobati dengan benar. Infeksi ini disebabkan oleh bakteri Streptococcus Grup A, yang biasanya menyerang anak-anak.
Dr. Rizky menekankan pentingnya orangtua tidak menyepelekan radang tenggorok, terutama jika disertai demam tinggi yang tidak turun meski sudah minum obat.
Gejala Demam Reumatik
Gejala demam reumatik pada anak dapat muncul 1–5 minggu setelah infeksi tenggorok, antara lain:
Jika tidak ditangani, infeksi ini bisa berkembang menjadi penyakit jantung reumatik. “Kalau sudah penyakit jantung rematik, biasanya dokter akan memeriksa jantung lebih detail. Ada suara jantung yang tidak normal, misalnya kebocoran katup jantung,” jelas dr. Rizky.
Bahaya Demam Reumatik
Demam reumatik tidak boleh dianggap remeh. Komplikasi yang dapat muncul meliputi:
Serangan berulang atau berat dapat menyebabkan kerusakan jantung permanen, sehingga deteksi dini sangat penting untuk mencegah komplikasi serius.
Cara Mencegah Demam Reumatik pada Anak
Dr. Rizky memberikan beberapa tips pencegahan yang efektif:
“Jika anak mengalami infeksi tenggorok, segera obati dan jaga kebersihan alat makan serta sanitasi,” tambah dr. Rizky.
Demam reumatik pada anak dapat dicegah dengan deteksi dini dan perawatan infeksi tenggorok yang tepat. Orangtua perlu waspada terhadap gejala awal, menjaga kebersihan, serta menerapkan pola hidup sehat untuk mencegah komplikasi jantung yang serius. ***
Tidak ada komentar