JAKARTA, Cuitan.id – Bokong sering dikaitkan dengan penampilan, tetapi ternyata bagian tubuh ini menyimpan informasi penting tentang kondisi kesehatan seseorang. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa perubahan bentuk otot bokong dapat mencerminkan kesehatan metabolik, kebugaran fisik, hingga risiko penyakit tertentu.
Bentuk Otot Bokong dan Kesehatan
Peneliti dari University of Westminster, Inggris menemukan bahwa bentuk otot gluteus maximus, otot terbesar di bokong, berubah seiring usia, jenis kelamin, gaya hidup, tingkat kebugaran, hingga kondisi medis seperti osteoporosis dan diabetes tipe 2. Penelitian ini dipresentasikan pada pertemuan tahunan Radiological Society of North America (RSNA).
Berbeda dengan studi sebelumnya yang hanya menilai ukuran otot atau lemak, penelitian ini menggunakan pemindaian MRI 3D untuk melihat bentuk otot secara detail. Hasilnya menunjukkan bahwa bentuk otot, bukan besar kecilnya, dapat menjadi indikator metabolisme tubuh.
“Otot gluteus maximus memainkan peran penting dalam kesehatan metabolik,” ujar E. Louise Thomas, Ph.D., profesor metabolic imaging di University of Westminster.
Studi ini menganalisis lebih dari 61.000 hasil MRI, dilengkapi data kebugaran, riwayat penyakit, kebiasaan hidup, dan biomarker kesehatan peserta.
Pengaruh Aktivitas Fisik dan Usia
Menurut peneliti Marjola Thanaj, Ph.D., bentuk otot bokong lebih baik pada orang dengan tingkat kebugaran tinggi dan aktivitas fisik intens. Sebaliknya, penuaan, kondisi fisik lemah, dan kebiasaan duduk terlalu lama terkait dengan penipisan otot gluteus maximus.
“Perubahan bentuk otot bisa menjadi tanda awal penurunan fungsi tubuh,” tambah Thanaj.
Perbedaan Pria dan Wanita
Penelitian juga menemukan respons biologis berbeda antara pria dan perempuan. Pria dengan diabetes tipe 2 cenderung mengalami penyusutan otot bokong, sementara perempuan menunjukkan pembesaran otot yang kemungkinan akibat infiltrasi lemak. Ini menunjukkan bahwa penyakit yang sama dapat berdampak berbeda pada tubuh pria dan wanita.
Pentingnya Melatih Otot Bokong
Menurut Tanya Becker, co-founder Physique 57, New York, melatih otot bokong bukan hanya soal bentuk tubuh, tetapi investasi kesehatan jangka panjang.
“Otot bokong adalah peredam kejut tubuh. Otot ini membantu melindungi punggung bawah, pinggul, dan lutut dari tekanan berlebih. Gluteus maximus juga berperan dalam pembakaran kalori dan pengaturan gula darah, sehingga disebut ‘organ umur panjang’,” jelas Becker.
Latihan Bokong yang Bisa Dilakukan di Rumah
Bagi pemula atau yang memiliki keterbatasan fisik, latihan tanpa beban seperti pilates dan barre direkomendasikan. Beberapa gerakan efektif meliputi:
-
Quadruped Leg Lifts – melatih bokong dan inti tubuh
-
Clamshells – memperkuat bokong bagian samping
-
Glute Bridges – melatih bokong dan punggung bawah
Lakukan 30–60 detik per set, ulang beberapa kali sesuai kemampuan. Becker menekankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai rutinitas baru, terutama bagi lansia atau mereka dengan riwayat cedera. ***
Tidak ada komentar