Alfin Tegaskan Fokus Bangun Kota Sungai Penuh Usai Ditunjuk sebagai Ketua DPD PAN

waktu baca 2 menit
Minggu, 16 Nov 2025 17:00 443 admincuitan

SUNGAI PENUH, Cuitan.id – Penetapan Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, SH, sebagai Ketua DPD PAN Sungai Penuh pada Musda serentak, Sabtu (15/11/2025), memunculkan dinamika politik baru di daerah tersebut. Status baru yang diberikan PAN ini langsung menjadi perbincangan hangat dan menuai berbagai respons dari publik.

Setelah sehari menjadi sorotan, Alfin akhirnya memberikan penjelasan resmi. Dikonfirmasi wartawan, ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan PAN, namun menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini tetap pada pemerintahan dan pembangunan Kota Sungai Penuh.

“Saya fokus membangun Kota Sungai Penuh,” ujar Alfin.

Ia menekankan bahwa tugasnya sebagai wali kota masih sangat besar, terutama dalam merealisasikan janji kampanye dan mewujudkan visi Sungai Penuh Juara. Menurutnya, tanggung jawab tersebut tidak boleh terganggu oleh dinamika politik internal partai.

“Saya memprioritaskan pembangunan Kota Sungai Penuh. Itu pekerjaan utama saya,” katanya.

Pernyataan Alfin dianggap banyak pihak sebagai sinyal bahwa ia belum tentu siap mengambil alih kepemimpinan PAN secara penuh. Bahkan, beberapa pengamat melihat pernyataan itu sebagai bentuk kehati-hatian sekaligus penegasan bahwa ia tidak ingin terseret konflik internal partai.

Alfin juga menegaskan pentingnya kerja sama seluruh partai politik dalam pembangunan daerah.

“Saya ingin membangun Kota Sungai Penuh bersama semua partai politik,” tegasnya.

Nada tersebut selaras dengan pernyataan pihak keluarga sebelumnya, yang mengaku kaget karena Alfin belum pernah membahas rencana bergabung dengan PAN.

Alfin mengakui bahwa penunjukan sebagai ketua DPD merupakan amanah besar. Namun ia tidak ingin mengambil keputusan tergesa-gesa karena masih harus memantapkan langkah sebagai wali kota baru.

“Saya masih baru memimpin Kota Sungai Penuh. Saya ingin membuktikan kerja nyata terlebih dahulu. Itu prioritas saya,” ujarnya.

Pengamat politik lokal menilai sikap hati-hati Alfin sebagai upaya menjaga posisi agar tidak terjebak dalam polarisasi antarpartai. Ada juga yang menilai hal ini sebagai bentuk penolakan halus, mengingat muncul isu bahwa sebagian keluarga justru lebih mendorongnya mendekat ke Gerindra.

Keputusan PAN menunjuk kepala daerah sebagai ketua DPD dinilai sebagai langkah konsolidasi menuju kontestasi politik 2029. Namun di Sungai Penuh, langkah tersebut justru bertemu dengan strategi politik hati-hati dari Alfin.

Dengan kondisi ini, arah politik di Kota Sungai Penuh masih sangat cair. Publik kini menunggu keputusan akhir Alfin: apakah menerima penuh mandat PAN atau memilih jalur politik berbeda setelah masa pertimbangan selesai. ***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA