Aktivitas Gunung Kerinci Meningkat, Pendakian Ditutup Sementara

waktu baca 2 menit
Selasa, 6 Jan 2026 08:13 127 admincuitan

JAKARTA, Cuitan.id Aktivitas vulkanik Gunung Kerinci kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Gunung api tertinggi di Sumatra yang berada di wilayah Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, dan Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat ini mengalami lonjakan kegempaan sejak Sabtu siang, 4 Januari 2026.

Berdasarkan laporan pemantauan, peningkatan aktivitas mulai terdeteksi sejak pukul 11.33 WIB. Hingga pukul 15.06 WIB, jumlah gempa yang terekam mengalami kenaikan cukup tajam, menandakan adanya aktivitas kuat di dalam tubuh gunung.

Dalam periode tersebut, tercatat 101 Gempa Vulkanik Dangkal dan 14 Gempa Vulkanik Dalam. Selain itu, alat seismograf juga merekam 27 Gempa Hembusan, 26 Gempa Frekuensi Rendah, 21 Gempa Hybrid, 21 Gempa Tektonik Lokal, serta 1 Gempa Tektonik Jauh.

Satu kejadian gempa terasa juga dilaporkan dengan intensitas II MMI, yang dirasakan oleh sebagian warga di sekitar kawasan Gunung Kerinci.

Kondisi Kawah Masih Terpantau Normal

Hasil pengamatan visual hingga pukul 15.19 WIB menunjukkan kawah puncak Gunung Kerinci masih terlihat jelas. Belum teramati adanya hembusan gas atau material vulkanik yang melampaui bibir kawah.

Meski secara visual terpantau relatif tenang, data instrumental mengindikasikan aktivitas internal gunung masih tinggi. Grafik Real-time Seismic Amplitude Measurement (RSAM) menunjukkan pola fluktuatif dengan lonjakan energi yang cukup tajam di akhir periode pengamatan.

Lonjakan tersebut diduga berkaitan dengan gempa yang sempat dirasakan oleh masyarakat sekitar.

Indikasi Migrasi Fluida Vulkanik

Analisis terhadap Gempa Vulkanik Dalam menunjukkan nilai S–P time berada pada kisaran 1 hingga 2,3 detik, lebih kecil dibandingkan peningkatan aktivitas pada 31 Desember 2025.

Kondisi ini mengindikasikan adanya migrasi fluida, yang didominasi gas, dari kedalaman menuju bagian yang lebih dangkal. Fenomena tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam pemantauan potensi peningkatan aktivitas gunung api.

Pendakian Gunung Kerinci Ditutup

Menanggapi perkembangan tersebut, Kepala Seksi PTN Wilayah I Kerinci, David, mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk sementara tidak melakukan pendakian.

“Untuk keselamatan bersama, aktivitas pendakian Gunung Kerinci kami hentikan sementara sampai ada pemberitahuan lebih lanjut,” ujarnya.

Saat ini, status Gunung Kerinci masih berada pada Level II (Waspada). Meski belum dinaikkan, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan.

Radius Bahaya Tetap Berlaku

PVMBG menegaskan bahwa masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah puncak. Potensi bahaya meliputi paparan gas vulkanik dan kemungkinan lontaran material jika terjadi peningkatan aktivitas secara tiba-tiba.

PVMBG bersama Badan Geologi akan terus melakukan pemantauan intensif serta berkoordinasi dengan BNPB dan pemerintah daerah.

Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi tidak resmi, dan selalu mengikuti rilis dari sumber berwenang.

Informasi terkini aktivitas Gunung Kerinci dapat diakses melalui Magma Indonesia, laman resmi PVMBG, serta Pos Pengamatan Gunung Kerinci di Desa Lindung Jaya, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci. ***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA