Mensediar, Calon Dirut Perumda Tirta Sakti Kerinci. KERINCI, Cuitan.id – Persaingan memperebutkan kursi Direktur Perumda Air Minum Tirta Sakti Kabupaten Kerinci makin mengerucut. Nama Mensediar mencuri perhatian publik setelah mengantongi nilai tertinggi pada Uji Kompetensi dan Kelayakan (UKK) yang berlangsung secara independen di Universitas Jambi.
Berdasarkan rilis resmi hasil seleksi pada Jumat lalu, Mensediar memimpin dengan skor 8,45. Nilai tersebut mengungguli enam pesaingnya, yakni Sasrir (8,21), Zairusman (7,97), Kasmanto (7,64), Mario Dirgantara (7,51), Zurial (7,35), dan Andi Yalmi (7,13).
Tim seleksi independen merumuskan seluruh nilai berdasarkan performa peserta pada serangkaian ujian. Penilaian mencakup tes psikologi, uji keahlian, penulisan dan presentasi makalah, serta diskusi kelompok mengenai kepemimpinan.
Keunggulan Mensediar tidak hanya tampak pada angka. Ia memiliki rekam jejak yang padat di bidang pemerintahan, legislatif, dan organisasi.
Mensediar pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Kerinci sekaligus memimpin Komisi II selama hampir empat tahun. Pengalaman ini membuatnya paham betul dinamika internal dan tantangan operasional Perumda Tirta Sakti yang menjadi mitra kerja komisi tersebut.
Selain itu, ia pernah mengemban amanah sebagai Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kerinci. Pengalaman merumuskan regulasi daerah menjadi modal berharga baginya untuk mengelola perusahaan daerah secara akuntabel dan sesuai koridor hukum.
Dari sisi akademis, Mensediar memegang gelar Magister Manajemen. Pengetahuan ini membekalinya dengan strategi perencanaan, efisiensi anggaran, serta pengelolaan sumber daya manusia yang terstruktur.
Pengalaman lapangannya pun teruji. Mensediar pernah menjadi tenaga ahli pemberdayaan masyarakat dan rutin menjadi pemateri pelatihan di Provinsi Jambi. Aktivitas tersebut mengasah kemampuannya dalam berkomunikasi, membangun kolaborasi, dan merespons kebutuhan warga secara langsung. Keterlibatannya di dunia pers juga makin memperkuat keahlian komunikasi publiknya.
Di luar karier profesional, Mensediar aktif mengasah jiwa kepemimpinannya sejak mahasiswa sebagai Gubernur Mahasiswa FKIP Universitas Jambi. Ia juga aktif di berbagai organisasi daerah seperti Karang Taruna, KNPI, dan HIPMI Kerinci.
Nilai ujian tinggi dan rekam jejak panjang tentu menjadi poin plus. Namun, tantangan utama seorang Direktur Perumda tetap terletak pada pembuktian di lapangan. Masyarakat Kerinci menantikan kepemimpinan yang mampu mengatasi kebocoran air, meningkatkan efisiensi distribusi, serta mempercepat penanganan keluhan pelanggan.
Mensediar kini bersiap menghadapi tahapan penentu, yaitu wawancara akhir yang dijadwalkan pada 13–15 Oktober 2026. Tahapan ini menjadi momentum penting bagi tim seleksi untuk mendalami visi, integritas, dan solusi konkret yang ia tawarkan demi membawa Perumda Air Minum Tirta Sakti ke arah yang lebih baik. (**
Tidak ada komentar