Banjir Batang Merao Mulai Teratasi, Sawah Warga Kerinci dan Sungai Penuh Kembali Produktif

waktu baca 3 menit
Sabtu, 15 Agu 2026 07:49 39 admincuitan

KERINCI, Cuitan.id — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengupayakan percepatan langkah nyata untuk melindungi kawasan permukiman dan lahan pertanian dari ancaman banjir tahunan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Merao, Jambi.

Melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VI Jambi, pemerintah merancang strategi jangka panjang demi mengamankan wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

Penanganan DAS Batang Merao ini menjadi fokus utama karena bentang sungainya yang sangat luas. Berdasarkan hasil kajian teknis dan Detail Engineering Design (DED), pemerintah perlu menata dan memperkuat infrastruktur sungai sepanjang kurang lebih 57 kilometer dari hulu hingga hilir.

Pemerintah mengeksekusi proyek raksasa ini secara bertahap sesuai skala prioritas dan ketersediaan anggaran negara. Maka Capaian Hingga 2025 BWS Sumatera VI Jambi telah menuntaskan pembangunan fisik tanggul dan penguat tebing sepanjang 8,4 kilometer.

Dan untuk target pada Tahun 2026 Kementerian PU mengalokasikan pembangunan tambahan sepanjang 2 kilometer yang berfokus pada titik-titik paling rawan luapan air.

Langkah bertahap ini memprioritaskan kawasan yang berhadapan langsung dengan pemukiman padat dan lahan pertanian produktif warga. Dengan demikian, risiko air meluap saat debit sungai melonjak dapat berkurang secara signifikan.

Keberhasilan proyek ini tidak lepas dari kehangatan gotong royong masyarakat lokal. Warga bersama para tokoh adat (Depati Ninik Mamak) dan perangkat desa memberikan dukungan penuh di lapangan.

Bentuk kepedulian masyarakat sangat luar biasa:

  1. Hibah Lahan Mandiri: Sejumlah warga secara sukarela menyerahkan lahan milik mereka tanpa menuntut ganti rugi demi kelancaran area proyek.
  2. Penertiban Bantaran Sungai: Warga secara kooperatif membantu menertibkan bangunan yang berdiri terlalu dekat dengan badan sungai agar aliran air tidak menyempit.

Sinergi harmonis antara masyarakat dan pemerintah ini menjadi modal utama untuk melanjutkan penataan di titik-titik lain yang belum tersentuh pembangunan.

Pengendalian banjir Batang Merao membawa angin segar bagi perekonomian warga Kerinci dan Sungai Penuh:

  • Sektor Pertanian Pulih: Luapan sungai yang selama ini merusak tanaman dan menggenangi sawah warga dapat ditekan. Para petani kini bisa menggarap lahan mereka dengan tenang tanpa bayak rasa cemas.
  • Konektivitas Lancar: Jalan nasional dan jalan penghubung antardesa yang dulu sering terputus akibat genangan air kini semakin aman dilalui. Distribusi hasil panen dan mobilitas warga pun makin lancar.
  • Pemukiman Aman: Ribuan keluarga di sepanjang bantaran sungai kini terhindar dari kerugian material akibat banjir berulang.

Bupati Kerinci Monadi dan Wali Kota Sungai Penuh Alfin telah menyampaikan usulan resmi secara tertulis kepada Kementerian PU untuk melanjutkan pembangunan pada titik-titik krusial lainnya.

Pendekatan bottom-up dari suara warga dan pemerintah daerah ini menjadi dasar kuat agar Kementerian PU terus menganggarkan program penataan Batang Merao.

Melalui kolaborasi erat antara Kementerian PU, pemerintah daerah, tokoh adat, dan warga, penataan DAS Batang Merao bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi keselamatan dan kesejahteraan jangka panjang bagi masyarakat Jambi. (**

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA