Hati-hati! 5 Perbuatan Ini Tanpa Sadar Bisa Menghapus Seluruh Pahala Kita

waktu baca 3 menit
Kamis, 4 Jun 2026 18:00 4 admincuitan

Cuitan.id – Pernahkah Anda membayangkan seluruh amalan baik yang kita kumpulkan dengan susah payah menguap begitu saja? Sebagai umat Islam, kita tentu selalu mendambakan rida Allah SWT melalui setiap ibadah. Namun, terkadang ada beberapa kekhilafan kecil yang justru merusak tabungan pahala kita secara diam-diam.

Allah SWT memberikan jaminan indah dalam Al-Qur’an, tepatnya pada Surah Ar-Rahman ayat 60:

هَلْ جَزَاءُ الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ

Artinya: “Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).”

Bahkan, sekecil apa pun kebaikan yang kita lakukan, Allah pasti akan melihat dan memberi balasan. Janji ini tertuang jelas dalam Surah Az-Zalzalah ayat 7-8:

فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ ٧ وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ ࣖ ٨

Artinya: “Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.”

Mengingat begitu berharganya setiap butir pahala, kita wajib menjaga hati dan perilaku. Jangan sampai lima perbuatan yang sering dianggap sepele berikut ini meruntuhkan gunung pahala kita:

1. Mengungkit Sedekah yang Sudah Keluar

Memberi bantuan kepada sesama adalah amalan mulia. Namun, ketulusan sedekah bisa hilang seketika saat kita mulai mengungkit-ungkitnya kembali. Tindakan ini tidak hanya menyakiti hati si penerima, tetapi juga membatalkan pahala di mata Allah.

Melalui Surah Al-Baqarah ayat 264, Allah SWT mengingatkan kita:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تُبْطِلُوا۟ صَدَقَٰتِكُم بِٱلْمَنِّ وَٱلْأَذَىٰ كَٰلَّذِى يُنفِقُ مَالَهُۥ رِئَآءَ ٱلنَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ…

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia…”

2. Ghibah (Membicarakan Keburukan Orang Lain)

Ghibah atau bergosip kerap menjadi bumbu dalam obrolan sehari-hari. Padahal, Islam mengibaratkan perilaku ini seperti memakan bangkai saudara sendiri, sebagaimana peringatan Allah dalam Surah Al-Hujurat ayat 12.

Lebih dari itu, ghibah memiliki dampak yang sangat fatal bagi tabungan amal kita. Syekh Nawawi Al-Bantani dalam kitab Nashaihul ‘Ibad mengutip sabda Rasulullah SAW mengenai empat perkara yang bisa melenyapkan sifat baik manusia:

“Kemarahan dapat menghilangkan akal sehat. Hasud (dengki) dapat menghilangkan agama. Tamak dapat menghilangkan rasa malu. Dan ghibah dapat menghilangkan amal saleh.”

3. Bermaksiat Saat Sendirian

Ujian keimanan yang sesungguhnya adalah ketika kita berada jauh dari pandangan manusia. Rasulullah SAW pernah memberikan peringatan keras mengenai golongan orang yang membawa pahala sebesar Gunung Tihamah pada hari kiamat, namun Allah menjadikannya hancur lebur seperti debu.

Ketika sahabat Tsauban bertanya mengapa hal itu bisa terjadi, Rasulullah SAW menjawab:

“Mereka masih termasuk saudara kalian sendiri. Mereka melakukan ibadah malam sebagaimana yang kalian lakukan. Akan tetapi, jika sedang sendirian mereka berani melanggar larangan-larangan Allah.” (HR Ibnu Majah).

4. Memelihara Sifat Hasad (Dengki)

Sifat hasad muncul ketika seseorang merasa tidak senang melihat orang lain mendapatkan nikmat dari Allah SWT, lalu berharap nikmat tersebut hilang dari pemiliknya. Sifat ini sangat berbahaya karena bekerja layaknya penyakit yang menggerogoti tubuh.

Rasulullah SAW mengingatkan kita semua untuk menjauhi penyakit hati ini melalui sabdanya:

“Jauhkanlah dirimu dari sifat dengki, karena dengki itu memakan semua kebaikan, sebagaimana api menghanguskan kayu bakar.” (HR Abu Dawud).

5. Berbuat Zalim Kepada Sesama

Zalim merupakan perbuatan yang merugikan, menyakiti, atau merampas hak orang lain. Seseorang yang rajin salat, puasa, dan zakat bisa berubah menjadi orang yang bangkrut di akhirat jika ia gemar berbuat zalim semasa hidupnya.

Dalam sebuah hadits riwayat Muslim, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa korban kezaliman akan mengambil pahala-pahala kebaikan dari si pelaku. Jika pahala si pelaku kezaliman sudah habis, maka dosa-dosa korban akan berpindah dan menimpa dirinya, hingga akhirnya ia terlempar ke dalam neraka.

Naudzubillah min dzaalik. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga hati kita, membimbing kita untuk konsisten berbuat baik, dan menjauhkan kita dari segala sifat tercela yang bisa merusak pahala ibadah kita. **

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA