Bayar Rp45 Ribu Sebulan, Pedagang Pasar Sungai Penuh Tagih Janji Bebas Sampah

waktu baca 3 menit
Senin, 1 Jun 2026 16:00 7 admincuitan

SUNGAI PENUH, Cuitan.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Sungai Penuh kini menerapkan langkah baru untuk menjaga kebersihan kota. Petugas dinas terkait mulai mendatangi pemilik rumah toko (ruko) dan pelaku usaha di kawasan perdagangan secara langsung. Mereka memungut iuran kebersihan sebesar Rp45.000 setiap bulan.

Langkah jemput bola ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas retribusi. Selain itu, pemerintah ingin memastikan seluruh pelaku usaha yang menikmati fasilitas kebersihan ikut berkontribusi nyata dalam mengelola sampah kota. Para petugas juga membekali diri dengan surat tugas dan memberikan bukti pembayaran resmi kepada setiap pedagang yang membayar.

Pedagang Dukung Aturan Baru, Asalkan…

Kebijakan ini sudah berjalan selama dua bulan terakhir. Yosep, salah seorang pedagang di Pasar Sungai Penuh, mengaku tidak keberatan dengan aturan baru tersebut. Ia sudah dua kali membayar iuran ini langsung kepada petugas yang datang ke tokonya.

“Sudah dua bulan ini petugas datang ke toko. Mereka mengambil langsung uang kebersihan Rp45 ribu per bulan dan memberikan secarik kertas resmi dari instansi terkait,” cerita Yosep ramah.

Meskipun pengeluaran rutin mereka bertambah, mayoritas pedagang memiliki pandangan yang sama dengan Yosep. Mereka memahami bahwa kebersihan lingkungan tempat usaha merupakan tanggung jawab bersama. Namun, mereka memberikan satu syarat mutlak: pemerintah harus memberikan pelayanan yang sebanding.

Para pelaku usaha berharap sistem pengangkutan sampah berjalan lebih optimal. Selama ini, keterlambatan pengangkutan sering memicu tumpukan sampah yang mengeluarkan bau tidak sedap. Kondisi tersebut jelas mengganggu kenyamanan pengunjung pasar dan menurunkan omzet penjualan mereka.

“Kami tidak keberatan soal pungutan itu. Harapan kami, ke depan tidak ada lagi sampah menumpuk yang mengganggu pemandangan. Saat kami membuka toko, kami ingin jalanan sudah bersih,” ungkap beberapa pedagang pasar dengan penuh harap.

Investasi untuk Kenyamanan Pembeli

Kondisi pasar yang bersih dan tertata rapi memegang peranan penting bagi roda ekonomi daerah. Pasar yang nyaman akan memikat lebih banyak pembeli, menaikkan citra kawasan usaha, dan menciptakan iklim perdagangan yang sehat. Oleh karena itu, para pedagang menganggap iuran bulanan ini sebagai investasi, bukan beban, asalkan pengelolaannya konsisten.

Seiring pertumbuhan ekonomi kota, volume sampah harian di Sungai Penuh memang terus melonjak. Situasi ini menuntut pemerintah daerah untuk menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih cekatan, mulai dari hulu hingga ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Kini, bola panas ada di tangan Pemkot Sungai Penuh. Para pedagang berharap pemerintah memanfaatkan dana retribusi ini untuk memperkuat armada truk sampah, menambah personel di lapangan, dan memperbanyak jadwal pengangkutan di titik-titik rawan.

Transparansi pengelolaan dana dan bukti nyata di lapangan menjadi kunci utama agar pemerintah tetap mendapatkan kepercayaan penuh dari masyarakat. **

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA