Menjaga Warisan Leluhur di Panggung Festival Pusparagam Negeriku

waktu baca 3 menit
Kamis, 6 Agu 2026 20:23 6 admincuitan

JAMBI, Cuitan.id – Panggung Taman Budaya Jambi memancarkan pesona tradisi yang memukau pada Selasa malam (04/08/2026). Ketua TP PKK Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar Haris (Hesti Haris), menyapa warga secara langsung dalam acara Penutupan Festival Pusparagam Negeriku “Dari Jambi untuk Indonesia”.

Malam itu, masyarakat menyaksikan langsung keberagaman tradisi lokal yang megah dan memikat. Hesti Haris menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas kesuksesan gelaran panggung budaya tersebut.

“Lewat festival ini, kita menyaksikan betapa indahnya kekayaan tradisi Jambi. Seniman mengemasnya begitu apik menjadi pertunjukan kelas dunia. Ini bukan sekadar hiburan, melainkan cerminan jiwa masyarakat yang wajib kita jaga bersama,” ungkap Hesti Haris semangat.

Mengenal Tradisi, Menumbuhkan Toleransi

Keberagaman tradisi membentuk identitas kuat bagi bangsa Indonesia. Menurut Hesti, festival seni menjadi ruang paling efektif untuk menyatukan berbagai etnis dan komunitas. Ketika warga saling mengenal seni dan tradisi tetangganya, rasa saling menghargai dan menghormati akan tumbuh secara alami.

Keunikan tradisi Jambi juga terpancar kuat dari ranah kuliner. Setiap hidangan khas menyimpannya nilai filosofi dan sejarah panjang yang turun-temurun.

  • Pentingnya Tata Krama: Budaya mengajarkan etika, kebaikan, dan peradaban.

  • Bangga Pada Diri Sendiri: Warga lokal harus percaya diri dan bangga menampilkan identitas daerahnya.

  • Gali Potensi Baru: Generasi muda perlu terus menggali tradisi agar tidak hilang tertelan zaman.

Kreativitas Tanpa Batas Penggiat Seni Jambi

Penyelenggaraan festival di ruang terbuka terbukti sukses mendekatkan seni dengan kehidupan sehari-hari warga. Hesti memuji kecerdikan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi serta para pegiat seni lokal yang selalu menelurkan ide-ide segar.

“Para pegiat budaya Jambi selalu punya kejutan kreatif. Mereka membuktikan bahwa pertunjukan keren tidak selalu butuh modal raksasa. Kuncinya ada pada cinta dan kreativitas,” tambah Hesti.

Ia merujuk pada keberhasilan pencatatan Rekor MURI lewat penyajian Bubur Ayani baru-baru ini. Aksi tersebut terbukti ampuh memperkenalkan kuliner tradisional Jambi ke kancah nasional.

Dukungan Penuh Pemerintah untuk Sektor Kreatif

Pemerintah pusat melalui Kementerian Kebudayaan RI turut memberikan dukungan penuh pada festival ini. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah makin membuka lebar ruang ekspresi bagi para seniman lokal.

Staf Ahli Gubernur Jambi Bidang Pemerintahan, H. Syamsurizal, mempertegas komitmen Pemprov Jambi dalam memajukan kebudayaan.

“Budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu. Tradisi adalah kekuatan strategis untuk mempererat persatuan sekaligus menggerakkan roda ekonomi kreatif dan pariwisata daerah,” jelas Syamsurizal.

Ajang Mempererat Persatuan Daerah

Penutupan acara berlangsung hangat dan meriah. Sejumlah pejabat daerah turut hadir memberikan dukungan, di antaranya:

  • Kemas Imron Rosyadi (Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jambi)

  • Drs. Ariansyah, M.E. (Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jambi)

  • Hj. Iin Kurniasih Sudirman (Ketua DWP Provinsi Jambi)

  • Jajaran jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jambi.

Melalui sinergi erat ini, Pemerintah Provinsi Jambi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus merawat warisan budaya, menjadikannya kebanggaan bersama, dan menanamkannya pada generasi penerus bangsa. (**

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA