Ilustrasi – Manfaat Kentut untuk Kesehatan. Cuitan.id – Buang angin atau kentut merupakan bagian alami dari proses pencernaan manusia. Tubuh memproduksi gas ini saat bakteri di dalam usus mengolah makanan atau ketika kamu tidak sengaja menelan udara.
Melepaskan gas secara rutin justru menandakan bahwa sistem pencernaanmu bekerja dengan seimbang dan lancar.
Sayangnya, banyak orang merasa malu sehingga memilih untuk menahan kentut. Kebiasaan ini justru memicu perut kembung yang menyiksa.
“Perut kita adalah ruang tertutup yang terbatas. Saat gas menumpuk, rasanya seperti meniup balon di dalam kotak kecil,” jelas dr. Pornchai Leelasinjaroen, MD, ahli gastroenterologi dari Gastro Health, Washington.
Menurut dr. Lee, rasa begah tersebut merupakan sinyal bahwa saluran pencernaan sedang meregang maksimal. Lalu, apa saja manfaat nyata dari buang angin? Simak ulasannya berikut ini.
Gas yang terperangkap adalah penyebab utama mengapa perut terasa kencang dan celana mendadak terasa sempit. Tekanan ini biasanya memburuk sejak siang hingga sore hari seiring aktivitas makan kita.
dr. Supriya Rao, MD, juru bicara American Gastroenterological Association, menjelaskan bahwa kentut memberikan kelegaan instan. Melepaskan gas secara langsung membuang udara yang terperangkap dan membuat perut kembali nyaman dalam sekejap.
Aroma dan frekuensi kentut bisa menjadi petunjuk penting tentang kondisi ususmu. Melalui kentut, kamu bisa mendeteksi adanya intoleransi makanan atau gangguan pencernaan lainnya.
Kentut disertai diare: Sinyal bahwa sistem pencernaan bergerak terlalu cepat.
Jarang kentut & sembelit: Tanda bahwa proses transit makanan di usus terlalu lambat.
Bau menyengat yang drastis: Bisa menjadi peringatan awal adanya masalah pada pola makan atau infeksi tertentu.
Percaya atau tidak, perut yang kembung akibat gas bisa memengaruhi suasana hati secara keseluruhan. Saat perut terasa tertekan, tubuh akan memicu respons stres yang membuat pikiran tidak tenang.
Bagi penderita sindrom iritasi usus besar (IBS), membuang angin membantu mengaktifkan kembali sistem saraf parasimpatis. Hasilnya, ketegangan tubuh mereda dan kamu akan merasa lebih rileks.
Gas sebenarnya adalah produk sampingan dari proses penguraian nutrisi. Triliunan bakteri baik di usus membutuhkan serat untuk fermentasi, dan proses inilah yang menghasilkan gas.
“Gas membuktikan bahwa mikrobioma dalam ususmu aktif dan hidup. Itu adalah kabar baik bagi kesehatan usus,” tegas dr. Lee.
Meski kentut itu sehat, tetaplah waspada. Jika frekuensi kentut mulai mengganggu aktivitas, atau kamu justru kesulitan buang angin selama berhari-hari, segera konsultasikan dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. **
Tidak ada komentar