Jangan Abaikan Pegal Pinggang! Kanker Ginjal Kini Mulai Incar Usia Muda

waktu baca 2 menit
Senin, 13 Apr 2026 06:00 7 admincuitan

Cuitan.id – Penyakit kanker ginjal kini menjadi ancaman serius yang tidak bisa kita pandang sebelah mata. Berdasarkan data terbaru dari GLOBOCAN yang mengungkapkan fakta mengejutkan: dimana kanker ginjal menempati urutan ketujuh sebagai jenis kanker yang paling banyak menyerang laki-laki secara global, dengan angka mencapai 4,8 persen.

Ironisnya, tren saat ini menunjukkan bahwa pengidap kanker ginjal cenderung berusia lebih muda dari tahun-tahun sebelumnya. Penyakit ini sering kali bergerak dalam diam, tumbuh perlahan tanpa menimbulkan gejala mencolok pada tahap awal.

Dokter spesialis urologi dari FK-KMK UGM, Dr. dr. Ahmad Zulfan Hendri, Sp.U(K), menjelaskan bahwa kanker ginjal bukanlah penyakit menular. Kanker ini biasanya muncul dari clear cell atau sel jernih yang tampak transparan di bawah mikroskop.

Meski para ahli belum memastikan penyebab tunggalnya, Dr. Ahmad menekankan bahwa gaya hidup yang tidak sehat menjadi pemicu utamanya.

Faktor keturunan memegang peranan penting dalam risiko penyakit ini. Jika Anda memiliki orang tua atau keluarga dekat dengan riwayat kanker ginjal, risiko Anda meningkat hingga dua kali lipat. Selain itu, mereka yang memiliki gangguan fungsi ginjal kronis juga harus lebih waspada karena tingkat kerentanannya yang lebih tinggi.

“Masyarakat sering kali baru datang ke dokter saat kondisi sudah parah. Padahal, keterlambatan ini sangat memengaruhi harapan hidup pasien,” ungkap Dr. Ahmad.

Karena gejalanya yang samar, banyak orang mengira tanda-tanda awal kanker ginjal hanyalah kelelahan biasa. Berikut adalah beberapa gejala stadium menengah yang wajib Anda waspadai:

  • Munculnya darah saat buang air kecil (kencing berdarah).
  • Adanya benjolan atau rasa tidak nyaman di area pinggang.
  • Rasa pegal yang terus-menerus meski sudah beristirahat.

Dr. Ahmad menyarankan kelompok berisiko untuk melakukan pemeriksaan rutin, minimal melalui ultrasonografi (USG) atau medical check-up setahun sekali.

Jika tim medis menemukan tumor saat ukurannya masih di bawah 7 cm, prosedur operasi pengangkatan memiliki peluang sembuh yang sangat tinggi. Namun, jika sel kanker sudah menyebar, fokus pengobatan akan beralih untuk menekan persebaran sel demi memperpanjang usia pasien.

“Kanker itu bersifat semi-emergency. Kita sedang berpacu dengan waktu. Kedisiplinan pasien dalam melakukan kontrol adalah kunci untuk menutup pintu persebaran sel tumor,” tutupnya. **

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA