Kegiatan Pembinaan Da’i/Da’iyah Tahun 2026. KERINCI, Cuitan.id – Sebagai upaya dalam meningkatkan kompetensi para pendakwah di Kabupaten Kerinci dan sekaligus untuk memperkuat moderasi beragama di tengah pesatnya perkembangan era digital saat ini. Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kerinci menggelar kegiatan Pembinaan Da’i/Da’iyah Tahun 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan di Musholla Kankemenag Kerinci pada Rabu (8/4/2026) ini diikuti oleh 25 peserta yang terdiri dari para da’i dan da’iyah dari berbagai wilayah di Kabupaten Kerinci.
Pada acara ini para da’i dan da’iyah dibekali dengan berbagai materi penting, mulai dari teknik komunikasi dakwah hingga strategi penyampaian pesan keagamaan yang adaptif, santun, dan relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.
Kepala Kemenag Kerinci, H. Pahrizal dalam sambutannya menegaskan akan pentingnya peran para pendakwah sebagai teladan di tengah masyarakat.
“Para ulama, abuya, ustadz, dan ustadzah diharapkan menjadi teladan serta penyampai pesan kebaikan bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Pahrizal menambahkan bahwa di era digital saat ini, para da’i dan da’iyah dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar pesan dakwah dapat diterima dengan baik oleh generasi muda.
“Dakwah hari ini tidak cukup hanya disampaikan di mimbar, tetapi juga harus hadir di ruang digital. Oleh karena itu, para da’i dan da’iyah harus mampu memanfaatkan media sosial secara bijak, menyampaikan pesan yang menyejukkan, serta memperkuat moderasi beragama,” tambahnya.
Selain itu, Kakan Kemenag berharap melalui kegiatan ini para peserta dapat menjadi agen perubahan dalam menjaga kerukunan umat khususnya di wilayah Kabupaten Kerinci.
“Kami berharap para peserta dapat menjadi garda terdepan dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin, menjaga persatuan, dan memperkuat harmoni di tengah masyarakat,” tutupnya.
Dalam kegiatan ini, Kemenag Kerinci menghadirkan tiga narasumber yang kompeten dan putra terbaik daerah, yakni Dr. H. Arzam, S.Ag., M.Ag yang menyampaikan materi tentang moderasi beragama dalam dakwah.
Kemudian Prof. Dr. Ahmad Jamin dengan materi teknik komunikasi dakwah efektif di era digital, serta Prof. Dr. Usman Yahya, S.Ag., M.Ag yang membahas strategi dakwah di era digital.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para da’i dan da’iyah mampu menghadapi tantangan dakwah di era modern dengan pendekatan yang lebih bijak, inklusif, serta mampu menjaga persatuan dan kerukunan umat beragama. **
Tidak ada komentar